Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Raja Tolitoli Dititahkan ke Moh Saleh Bantilan

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Moh Saleh Bantilan. (Foto: Yuslih Anwar)

TOLITOLI – Status sebagai raja Tolitoli berikutnya, akhirnya akan beralih dari almarhum  H.Mohammad Anwar Bantilan (ayah bupati) kepada Bupati Tolitoli Moh Saleh Bantilan. Hal tersebut dipastikan setelah bupati Tolitoli membacakan surat wasiat yang dituliskan almarhum tertanggal 27 Agustus 2015.

Dalam surat wasiat tersebut almarhum raja Tolitoli H.Moh Anwar Bantilan menuliskan, setelah sepeninggalan dirinya, ia memberikan amanat kepada putranya yakni Moh Saleh Bantilan untuk menjadi raja Tolitoli menggantikan dirinya.

“Awalnya saya menyangka surat wasiat tersebut berisi tentang pembagian harta warisan. Ternyata wasiat itu, penunjukan saya sebagai raja setelah beliu wafat. Saya juga baru tau, saat dibacakan sesaat sebelum acara pemakaman,” tutur Bupati Tolitoli Moh Saleh Bantilan saat menggelar konprensi pers dikediamannya.

Dijelaskan bupati, wasiat tersebut selama ini dipegang oleh istri kedua almarhum raja. Bahkan menurutnya selama berada ditangan ibu tirinya tersebut, tidak ada satupun yang mengetahui isi surat tersebut, hingga akhirnya dibacakan pada saat hari pemakaman sesuai dengan permintaan almarhum raja sebelum meninggal dunia.

Bupati menerangkan dalam menetapkan dirinya sebagai raja Tolitoli, tidak dilaksnakan kegiatan semoni prosesi penobatan raja secara adat, karena tidak ada yang menobatkan. Namun penetapan dirinya sebagai raja, akan dikukuhkan saat pelaksanaan syukuran setelah 40 almarhum ayahnya meninggal.

“Nanti penobatannya dirayakan dengan acara syukuran setelah melewati 40 hari. Persiapannya kami akan musyawarah dengan seluruh keluarga,” kata bupati yang akrab disapa Alek ini.

Alek mengatakan, dengan diberikannya gelar raja kepadanya, ia berjanji akan menjalankan amanah tersebut sesuai dengan keinginan dan harapan masyarakat Tolitoli khususnya lingkungan keluarganya. Khususnya dalam hal pelestarian adat istiadat serta budaya Tolitoli agar bisa lebih berkembangan dan dikenal masyarakat secara luas.

Dikatakan Alek, almarhum yang yang meninggal dunia pada 22 Mei lalu dalam usia yang ke 88 tahun,  merupakan panutan bagi masyarakat Tolitoli.

Diceritan Bupati, semasa hudupnya, almarhum pernah tercatat sebagai birokrat handal di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Buol Tolitoli pada saat itu. Almarhum juga pernah Menjabat sebagai wakil Ketua DPRD Kabupaten Tolitoli.

“Selama hidupnya almarhum telah banyak memberikan kontribusi baik dalam bentuk tenaga, materi, maupun pemikiran dalam pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan serta pembinaan kemasyarakatan di Daerah ini,” tandas Alek. (yus)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.