QRIS : Satu QR Code untuk Semua Aplikasi Pembayaran

- Periklanan -

PALU – Tahun baru 2020 memberikan semangat baru bagi Bank Indonesia untuk terus meningkatkan efektivitas kebijakan makroprudensial di Indonesia. Kebijakan makroprudensial yang efektif tidak dapat dipisahkan dari sebuah sistem pembayaran yang lancar, aman, efisien, dan handal. Untuk menjamin kelancaran sistem pembayaran, Bank Indonesia memiliki 5 (lima) visi sistem pembayaran Indonesia (Visi SPI) 2025 yang bertujuan untuk memastikan arus digitalisasi berkembang dan keuangan digital yang kondusif.

Meningkatnya cybercrime, ditambah dengan persaingan bisnis yang tidak sehat antar penyelenggara jasa sistem pembayaran, dan potensi munculnya shadow banking yang tinggi, mendasari munculnya visi SPI 2025 tersebut.

Adapun visi SPI 2025 yang pertama adalah mendukung integrasi ekonomi-keuangan digital nasional sehingga menjamin fungsi bank sentral dalam proses peredaran uang, kebijakan moneter, dan stabilitas sistem keuangan, serta mendukung inklusi keuangan.

SPI 2025 yang kedua adalah mendukung digitalisasi perbankan sebagai lembaga utama dalam ekonomi-keuangan digital melalui open-banking maupun pemanfaatan teknologi digital dan data dalam bisnis keuangan.

SPI 2025 yang ketiga adalah menjamin interlink antara fin-tech dengan perbankan untuk menghindari risiko shadow-banking melalui pengaturan teknologi digital (seperti API), kerjasama bisnis, maupun kepemilikan perusahaan.

- Periklanan -

SPI 2025 keempat menjamin keseimbangan antara inovasi dengan consumers protection, integritas, dan stabilitas serta persaingan usaha yang sehat melalui penerapan KYC & AML-CFT, kewajiban keterbukaan untuk data/informasi/bisnis publik, dan penerapan reg-tech&sup-tech dalam kewajiban pelaporan, regulasi dan pengawasan.

SPI 2025 yang kelima menjamin kepentingan nasional dalam ekonomi-keuangan digital antar negara melalui kewajiban pemrosesan semua transaksi domestik di dalam negeri dan kerjasama penyelenggara asing dengan domestik, dengan memperhatikan prinsip resiprokalitas.

Sebagai langkah awal mewujudkan visi SPI 2025, Bank Indonesia telah meluncurkan standarisasi QR Code pembayaran Indonesia yang disebut dengan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang bertujuan untuk menciptakan QR Code pembayaran Indonesia yang memiliki kemampuan intekonektivitas dan interoperabilitas. Per tanggal 1 Januari 2020 seluruh Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) penyelenggara QR Code pembayaran wajib menerapkan standar QRIS di masing–masing merchant atau pedagang yang bekerjasama.

QRIS memungkinkan pengguna untuk membayar melalui scan QR pada merchant atau penjual menggunakan berbagai jenis aplikasi, dengan kata lain QRIS memungkinkan 1 kode QR untuk dibaca oleh semua aplikasi sistem pembayaran yang ada saat ini. Seluruh lapisan masyarakat, khususnya di Sulawesi Tengah diharapkan dapat memanfaatkan teknologi dan standarisasi QRIS dalam berbagai transaksi ritel dengan limit maksimal 2 juta rupiah.

QRIS di Sulawesi Tengah saat ini tidak hanya terbatas di tempat–tempat perbelanjaan modern, namun juga telah merambah ke berbagai UMKM yang berada di Sulawesi Tengah dan hal tersebut merupakan langkah awal untuk mewujudkan UMKM go digital. (adv)

Bank Indonesia di Setiap Makna Sulawesi Tengah

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.