Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PWI Sulteng Meradang, Kecam Oknum Polisi Lecehkan Kebebasan Pers

Stop Atur Damai, Target Efek Jera

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU-Lagi dan lagi, wartawan dilecehkan. Kejadian seperti ini tidak pernah habis. Kalau tidak dihentikan sekarang, kapan lagi. Harus ada gerakan untuk menghentikan perlakuan ini. Kali ini terjadi di Kabupaten Banggai, kawan wartawan yang sedang melakukan tugasnya di Kabupaten Banggai Andi Baso Hery saat meliput kegiatan resmi Kapolda Sulteng Irjen Pol Rudy Sufahriadi, terjadi insiden yang memalukan itu, Kamis (18/11).

Berita harian ini menyebutkan, gambar yang sudah diambil oleh Andi Baso Hery dihapus oknum polisi Brigadir H. Sontak kejadian ini mendapat protes dan kecaman dari berbagai kalangan, termasuk organisasi pers bernama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Tengah.

Kecaman keras dikirim PWI Sulteng ditandatangani Ketua PWI Sulteng Mahmud Matangara, SH., MM, ke media ini. Dalam rilis disebutkan, merespons kasus perampasan dan penghapusan karya jurnalistik dari reporter TV One di Kabupaten Banggai pada Kamis 18 November 2021, maka PWI Sulawesi Tengah menyampaikan sikapnya, sebagai berikut: Pertama, wartawan dalam menjalankan profesinya dilindungi oleh undang undang. Oleh karena itu siapapun yang menghalangi kerja-kerja wartawan patut diduga melanggar Undang-undang.

Kedua, PWI Sulteng mengecam tindakan oknum polisi tersebut, sebagai tindakan yang melanggar kebebasan Pers sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (8) dan Pasal 4 ayat (1) dan (3) UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Ketiga, PWI Sulteng mendesak agar Polda Sulteng mengusut tuntas kasus tersebut hingga ke Pengadilan. Pengusutan tuntas sangat diperlukan, mengingat kasus serupa sudah sering kali terjadi. Penuntasan kasus diharapkan memberikan efek jera dan menjadi pelajaran bagi oknum lainnya. Permintaan maaf tidak menggugurkan proses hukum.

Keempat, PWI Sulteng berharap kedepan, personel kepolisian wajib memiliki pengetahuan dan bersikap profesional dalam menjalankan tugas. Kelima, bila Kapolda enggan menindaklanjuti kasus ini, pengurus PWI Sulteng akan berupaya membawa kasus ini ke Mabes Polri. Keenam, PWI Sulteng meminta agar organisasi yang membawahi wartawan/jurnalis memperkuat solidaritas antar profesi.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.