alexametrics Puting Beliung Hantam Desa Meko, Satu Warga Meninggal Dunia – Radar Sulteng
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Puting Beliung Hantam Desa Meko, Satu Warga Meninggal Dunia

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

POSO – Angin puting beliung menghantam Desa Meko Kecamatan Pamona Barat Kabupaten Poso Sulawesi Tengah, Sabtu (17/4). Dilaporkan seorang warga meninggal dunia dan sejumlah rumah rusak saat angin kencang melanda disertai hujan tersebut.
Dewa Nyoman Ariebowo, warga desa Meko, mengatakan satu warga korban meninggal dunia bernama Yuniawati Tabaru (27). Ibu muda ini meninggal dunia akibat tertancap kayu serpihan bangunan atap rumah yang ambruk tersapu kencangnya tiupan angin. “Kalau tidak salah punggung bagian kanan korban yang tertancap kayu bangunan rumah yang ambruk dihantam puting beliung,” terang tokoh masyarakat desa Meko ini lewat teleponnya Sabtu malam (17/4).
Selain jatuh korban jiwa, angin puting beliung juga mengakibatkan satu rumah warga, satu gedung gereja Toraja, satu gereja katolik, satu rumah pastori, satu puskesmas, dan satu rumah  jabatan dokter rusak parah. Kerusakan bangunan terparah terletak pada bagian atap bangunan yang ambruk dan terbang disapu angin. Musibah terjadi pada sore hari sekitar pukul 16.15 wita. “Angin puting beliung datang dari arah danau Poso. Angin kencang datang bersamaan dengan turunnya hujan,” jelas Dewa.
Menurut mantan legislator di DPRD Poso ini bahwa musibah angin puting beliung bukan baru kali ini melanda  desa Meko. Kejadian serupa pernah terjadi beberapa tahun silam namun tidak menyebabkan korban jiwa. “Angin puting beliung ini hampir terjadi setiap tahun di wilayah desa seputaran danau Poso. Dia berpindah-pindah, kadang terjadinya di arah timur, selatan, dan utara danau. Dan sudah hampir empat tahun ini terjadi lagi di wilayah barat danau, yaitu di desa kami, Meko,” ujar Dewa.
Terkait musibah ini, dia berharap pemkab Poso lekas turun tangan menangani korban sekaligus bangunan yang rusak. “rumah warga, dan rumah ibadah serta fasilitas umum yang rusah harus cepat di perbaiki,” sarannya.

Sekretaris BPBD Poso, Musdar, membenarkan telah terjadinya musibah tersebut. Pihaknya, kata Musdar, akan segera menurunkan tim kelapangan untuk mendata sekaligus menangani korban bencana yang terjadi. “Laporan resmi belum ada, tapi informasi bencana itu sudah masuk melalui media sosial. Kami akan segera menanganinnya di lokasi,” demikian Musdar. (bud)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.