Puskesmas Lembasada Donggala Diduga Tak Sesuai Bestek

- Periklanan -

Inilah Puskesmas Lembasada tampak dari luar. Namun ada dugaan mark up yang dilakukan dalam pembangunan puskesmas dengan anggaran miliar ini. (Foto: Ujang Suganda)

DONGGALA – Pembangunan Puskesmas Lembasada Kecamatan Banawa Selatan yang berakhir pada bulan Desember 2016 menjadi sorotan. Pasalnya pembangunan yang masuk dalam kategori rehab besar dengan total anggaran Rp2,9 miliar tersebut diduga tak sesuai bestek.

Dari informasi yang beredar, banyak ruangan yang bocor saat terjadi hujan sehingga air masuk dan menggenangi ruangan. Kejadian tersebut diketahui sejumlah warga Desa Lembasada dan sekitarnya.

Hal itu juga dibenarkan oleh warga sekitar bernama Amir Hi Pera Parenrengi saat ditemui awak media di kantor DPRD Donggala.

“Kasihan bangunan Puskesmas itu, dari luar memang terlihat gagah, tapi pas masuk di dalamnya berantakan. Apalagi saat terjadi hujan keras selama satu hari, bangunan Puskesmas tersebut di dalamnya digenangi air,” ungkapnya.

Amir juga mengkritisi adanya pemaksaan penggunaan gedung Puskesmas tersebut padahal bisa membahayakan orang banyak.

“Ini bangunan kesehatan peruntukan untuk umum, kesannya tidak baik kalau dibiarkan seperti ini,” ujarnya.

Mendapat informasi tersebut, Radar Sulteng kemudian menyambangi Puskesmas Lembasada bersama salah seorang analisis tekhnis independen, Hasim Wahid.

- Periklanan -

Berdasarkan pantauan, informasi bahwa Puskesmas tersebut selalu dimasuki air ketika sedang hujan benar adanya. Di sejumlah ruang terlihat bekas-bekas kucuran air yang membasahi plafon ruangan. Bahkan di ruang bersalin pun juga mengalami hal serupa.

Selain itu menurut Hasim, instalasi perpipaan Puskesmas tidak sesuai standar hingga penempatan salah satu pembuangan saluran AC. Pada dasarnya kata Hasim, ada dugaan mark up yang dilakukan terhadap puskesmas Lembasada. Hasim menilai, pembangunannya juga diduga tak sesuai spesifikasi sehingga timbul permasalahan.

“Kondisinya memprihatinkan, terutama di bagian dalamnya. Padahal ini fasilitas umum,” sesalnya.

Melihat kondisi itu, Hasim berharap ada tindakan tegas dari instansi terkait hingga aparat penegak hukum untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Kalau sudah seperti ini berarti harus ada tindakan tegas dari instansi terkait,” serunya.

Terpisah PPTK Dinas Kesehatan yang membidangi proyek pembangunan Puskesmas Lembasada, Elisabet dikonfirmasi Radar Sulteng mengakui bahwa terjadi permasalahan di Puskesmas Lembasada khususnya terkait dengan adanya kebocoran di sejumlah ruangan. “Iya, saya juga sudah cek langsung ke lapangan dan memang seperti itu kondisinya,” terangnya.

Lanjut Elis demikian biasa dipanggil, saat ini pembangunan puskesmas itu masih dalam tahap pemeliharaan oleh pihak ketiga. “Oleh karena itu kami di Dinas proaktif memantau pekerjaan tambahan waktu yang kami berikan ke pihak kontraktor,” jelasnya.

Menurut Elisabet, pihaknya pun sudah sempat menyurat ke pihak ketiga perihal permasalahan yang terjadi di lapangan.

“Saya sudah hubungi kontraktornya mereka siap menyelesaikan pekerjaan tersebut dan kami di dinas akan terus proaktif memantau penyelesaian puskesmas tersebut. Ini kepentingan masyarakat luas dan berhubungan dengan kesehatan masyarakat sehingga kami di dinas tidak main-main menangani persoalan ini,” tegasnya. (ujs)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.