Pungli Rp200 Ribu, Oknum ASN Disdukcapil Palu di-OTT

- Periklanan -

Ilustrasi (@jpnn.com)

PALU – Tim sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) Polda Sulteng melakukan Operasi Tangkat Tangan (OTT) terhadap seorang oknum ASN di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palu.

Informasi yang dihimpun Radar Sulteng di Polda Sulteng, kemarin (26/4)  menyebutkan, oknum PNS yang tertangkap OTT tim Saber Pungli Polda Sulteng berinisial MM yang merupakan ASN di Seksi Pencatatan Perkawinan dan Perceraian Disdukcapil Kota Palu.

MM ditangkap setelah tim saber mendapatkan laporan masyarakat dan Selasa (25/4) sekitar pukul 15.00 WITA di sebuah cafe di Jalan Sutoyo, Kecamatan Palu Timur, MM diamankan bersama barang bukti.

Sumber di Polda Sulteng mengatakan, MM sudah masuk dalam pengawasan tim Saber Pungli Polda Sulteng dari adanya laporan masyarakat. Bertepatan dengan adanya informasi akan ada praktik pungli, tim langsung bergerak dan melakukan OTT.

“Memang kelihatannya nilai OTT kecil. Tapi itu bukan ukuran untuk penindakan hukum. Kecil kalau banyak dan sudah lama dilakukan pelaku kan namanya juga merugikan masyarakat dan tidak dibenarkan adanya pungli,” ujar sumber di Polda yang minta tidak menyebutkan identitasnya.

Sementara Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto yang dikonfirmasi membenarkan, adanya OTT terhadap oknum ASN di kantor Disdukcapil Kota Palu.

Menurut Hari, pelaku terkena OTT saat menerima dana sebesar Rp200 ribu dari seorang saksi berinisial DF sebagai biaya pengurusan akta cerai yang diterbitkan Disdukcapil Kota Palu.

- Periklanan -

Pelaku MM dijerat dengan Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Menurut Hari, selain mengamankan pelaku, dalam kasus OTT itu, tim Saber Pungli juga menyita sejumlah barang bukti di antaranya uang tunai Rp200 ribu, pecahan Rp 100 ribu, satu unit telepon genggam milik pelaku.

“Penyidik masih mendalami dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus pungli tersebut. Apakah pelaku melakukan pungli seorang diri atau melibatkan orang lain masih akan didalami,” ujar Hari.
Saat ini pelaku MM masih menjalani pemeriksaan di Polda Sulteng untuk pemeriksaan kasus OTT Pungli.

Dihubungi terpisah Kepala Dinas Kependudukan dan pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palu, Burhan Toampo, membenarkan adanya OTT Pungli ASN di dinas yang dipimpinnya. Burhan mengatakan, bahwa dia baru mengetahui adanya praktik Pungli oleh ASN Disdukcapil Kota Palu setelah petugas Saber Pungli Polda mendatangi ruangannya siang kemarin sekitar pukul 13.00 Wita untuk mengkonfirmasi adanya OTT Pungli yang melibatkan ASN Disdukcapil Kota Palu.

“Saya baru pulang dari acara keluarga. Baru rencana mau salat tiba-tiba ada tamu yang katanya dari petugas Saber Pungli, yah saya silakan masuk,” ujarnya.

Dijelaskannya, pertemuan kemarin petugas Saber Pungli tidak hanya melaporkan kasus yang menimpa salah satu ASN Disdukcapil. Tetapi meminta izin untuk melihat berkas dan buku registrasi untuk pencatatan atas nama korban.

“Mereka butuh barang bukti untuk nantinya digunakan sebagai bahan penyelidikan,” ujarnya.

Burhan menegaskan, pihaknya sudah sangat sering menyampaikan larangan praktik Pungli dalam pelayanan publik administrasi kependudukan. Bahkan penegasan tersebut juga sering disampaikan ke ASN untuk jangan pernah melakukan Pungli karena aturannya jelas dan pihak Saber Pungli terus melakukan pengawasan.

“Sudah sering kami ingatkan untuk tidak melakukan pungli. Semoga dengan kejadian ini menjadi peringatan kepada  pegawai lainnya untuk bekerja lebih baik, jujur dan bertanggungjawab,” pungkasnya. (ron/jcc)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.