Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Puluhan Hektar Sawah  di Kecamatan Parigi Selatan Diserang Hama Penggerek Batang

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

DISERANG HAMA: Penyemprotan pestisida merupakan salah satu upaya petani untuk mengatasi serangan hama penggerek batang di Kecamatan Parigi Selatan. (foto: Aslan)

PARIMO-Para petani padi sawah di beberapa desa di wilayah Kecamatan Parigi Selatan khawatir mengalami gagal panen akibat serangan hama penggerek batang yang menyerang tanaman padi. Rata-rata usia padi yang diserang hama tersebut sekitar dua bulan.

Made (40) salah seorang petani di Desa Sumbersari mengaku sawah miliknya seluar 2,5 hektar diserang hama penggerek batang. Made mengatakan, sebagian besar tanaman padinya yang baru berusia dua bulan mulai menguning akibat serangan hama. Mengantisipasi serangan itu kata Made, pihaknya melakukan penyemprotan pestisida sehingga masih ada sebagian tanaman padi yang bisa diselamatkan.

“Akibat hujan yang jarang turun, hama cepat sekali berkembang dan menyerang tanaman padi. Dengan luasan yang terserang saat ini mungkin kerugian yang akan kami alami mencapai jutaan rupiah,”ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Nelson Metubun, mengaku sudah melihat langsung tanaman padi yang diserang hama penggerek batang tersebut.

Bahkan katanya pihaknya langsung menurunkan tim pengamat hama dan penyakit ke Desa Dolago hingga Masari untuk melihat luasan yang diserang hama.

“Tim akan mendata berapa luasan yang terkena dampak dan yang tidak terkena dampak serangan hama tersebut,”ujar Nelson kepada wartawan, Kamis (26/1) kemarin.

Dikatakan setelah dilakukan pendataan, tim akan mengetahuai apa penyebab serangan hama itu  sehingga dapat diantisipasi secepatnya agar idak menyebar ke areal sawah lainnya.

Melihat luasan lahan yang diserang hama tersebut kata Nelson, tidak banyak mempengaruhi hasil pertanian di Kabupaten Parimo. Bahkan katanya tidak terlalu berakibat fatal, hanya saja petani yang terkena serangan hama tetap merugi.

Nelson menjelasakan, beberapa hal yang yang menjadi penyebab terjadinya serangan hama tersebut karena musim kemarau yang berkepanjangan terjadi di wilayah selatan. Selain itu katanya kemungkinan diakibatkan petani tidak mengikuti jadwal tanam.

“Banyak petani yang tidak patuh terhadap jadwal tanam yang sudah ditentukan, akibatnya seperti ini banyak petani yang dirugikan akibat serangan hama,”jelasnya.

Dikatakan, sebagian kelompok tani yang ada di Desa Dolago sudah melakukan penyemprotan masal di wilayahnya untuk mengantisipasi agar tidak berdampak luas serang hama.

“Untuk data lengkap berapa yang luasan sawah yng diserang hama akan kami informasikan kembali karena saat ini tim sementara melakukan pendataan,”pungkasnya. (aji)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.