alexametrics PT Teluk Kendari Persada Bangun 258 Huntap di Balaroa dan Pombewe – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PT Teluk Kendari Persada Bangun 258 Huntap di Balaroa dan Pombewe

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

SIGI-Wilayah bencana alam Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala (Pasigala) pasca bencana alam gempa bumi, likuifaksi dan tsunami 28 September 2018 telah mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah, untuk terus berkelanjutan dalam proses kehidupan.

Tidak harus sedih berlarut-larut, tetapi cepat bangkit dan kembali pada kehidupan yang hakiki, dengan terjaminnya pangan, sandang dan papan.
Khusus untuk komponen papan, pemerintah telah berupaya dengan dana yang ada untuk membangun hunian tetap (Huntap) yang dipersembahkan khusus kepada seluruh warga Pasigala terdampak bencana alam. Rumah milik warga yang rusak berat, oleh pemerintah telah disiapkan perumahan khusus mereka, berupa huntap. Tentu saja pembangunannya bertahap, dengan memperhatikan kualitas bangunannya.

Salah seorang pengusaha dan masih aktif sebagai relawan bencana di Pasigala, Moh. Raslin pernah menyampaikan kepada media ini tentang keprihatinannya bahwa sebelum ini begitu banyak bangunan yang dibangun oleh aplikator tidak berkualitas, karena tidak menggunakan komponen dan alat bangunan yang sesuai standar kelayakan sebuah bangunan.

Itulah sebabnya, wajar bila Moh. Raslin dalam berbagai kesempatan selalu mempertanyakan materi kualitas bangunan, misalnya tidak menggunakan kalvanis standar, mutu beton yang meragukan, mengenyampingkan aksesoris yang dipersyaratkan sehingga kualitas bangunan terkesan asal bikin, dan abal-abal. Hanya mencari untung sesaat.

Di periode pembangunan Huntap di Pasigala tahun 2021 ini, Moh. Raslin tetap konsisten dan terus mengawal pembangunan Huntap ini dengan menggunakan peralatan bangunan yang berkualitas.

Kepada media ini, Muh. Raslin menyebut perusahaan BUMN yang membangun Huntap Pasigala PT. Waskita Karya melalui beberapa vendor telah melaksanakan pembangunan Huntap tahap 1 B di wilayah Pasigala. Salah satu perusahaan yang memiliki andil dalam pelaksanaan pembangunan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab dan rekon) pasca bencana di wilayah Pasigala Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) adalah PT Teluk Kendari Persada (PT. TKP).

Pantauan media ini di lokasi workhsop Balaroa terlihat beberapa aktivitas pembersihan, pengecoran, dan instal panel. Direktur Utama PT. TKP, Ir. Aminuddin Aziz dalam keterangan persnya kepada media ini menjelaskan, bahwa untuk menggenjot percepatan pembangunan pihaknya telah menyiapkan 6 (enam) set panel yang telah disediakan di workhsop Jln. Karanja Lemba, workshop Pengawu, workshop Balaroa, dan workshop Pombewe, dengan estimasi 12 set panel perhari.

Pria yang akrab disapa Bang Amin ini telah banyak berkontribusi dalam melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi (Rehab rekon) pasca bencana Sulteng dan telah sukses membangun puluhan Rumah Instan Stimulan (Insitu) pada tahap 1 melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota ataupun BPBD Kabupaten.

Demikian pula yang disampaikan Projeck Manager (PM) Waskita Karya A. Sulaeman Tolleng, bahwa di Desa Pombewe kedepannya akan dibangun lebih kurang 200 unit Huntap tambahan dikarenakan daerah-daerah lain yang ditangani oleh Waskita terdapat masalah yang berkaitan dengan pembebasan lokasi.

Menanggapi hal ini, Muh. Raslin yang juga Ketua Dewan Perlindungan Hukum dan Hak Asasi Manusia Forum Pemuda Kaili Bangkit FPK-B Sulteng, menjelaskan bahwa beberapa vendor yang telah memulai pelaksanaan pembangunan rehab rekon sebanyak 300 unit di Desa Lompio Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala masing-masing dikerjakan oleh PT. Konstrindo Putra Perkasa, PT. Erda Indah dan PT. HK, serta sebanyak 135 unit di Desa Tanjung Padang dikerjakan oleh PT. Arasma Mulya.

Raslin berharap kepada segenap stakekholder atau pemangku kepentingan dalam proses rehab rekon ini, agar meningkatkan pengawasan kepada para vendor agar nantinya bisa menggunakan material yang memenuhi standar kelayakan, mulai dari mutu beton, aksesoris yang dipersyaratkan sehingga kualitas bangunan tetap terjaga mengingat Pasigala salah satu daerah yang rawan gempa.

“ Kita harus memperhatikan mutu atau kualitas bangunan. Daerah Pasigala ini merupakan daerah rawan gempa. Jangan sampai ketika terjadi gempa atau bencana alam, semua rumah yang dibangun akan rusak sia-sia, “ ujarnya, mengingatkan.

Raslin yang juga staf Pemberdayaan Ekonomi Umat pada Pengurus Besar (PB) Alkhairaat Palu inipun telah melakukan langkah-langkah persuasif dan preventif kepada para kontraktor pelaksana agar tetap konsisten menjaga mutu dan kualitas bangunan.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.