PT IMIP Minta Bantu Basarnas Dropping Logistik

- Periklanan -

MOROWALI- Terkait sorotan para Netizen yang menyebutkan bahwa Pihak PT Indonesia Morowali Industrial Park (PT IMIP) mengistimewakan proses evakuasi para Tenaga Kerja Asing (TKA) dengan menggunakan kapal Basarnas dari Kota Kendari, membuat perusahaan tambang Nikel ini angkat bicara.

Klarifikasi itu disampaikan oleh Koordinator Media Relation PT IMIP Dedy Kurniawan. Ia mengatakan, bahwa memang betul pasca terjadi banjir bandang di Kabupaten Morowali beberapa waktu lalu, ada karyawan ‘bermata sipit’ naik kapal Basarnas menuju Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Namun kata Dedy, mereka itu bukan TKA tapi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) keturunan Tionghoa.

“Sebenarnya, mereka bukan TKA tapi TKI yang kebetulan keturunan Tionghoa. Mereka bekerja sebagai translator, bukan seperti tudingan yang dihembuskan para Netizen di Medsos baik di Facebook maupun di WhatsApp.Yang dimuat kapal Basarnas itu karyawan yang cuti. Kebetulan saat itu, Kapal Basarnas sedang Patroli untuk memantau kondisi di lapangan pasca terjadi bencana banjir. Jadi PT IMIP meminta bantuan untuk Dropping Logistik dari Kendari menuju Bahodopi,”ungkapnya.

Setelah pihak Basarnas selesai menurunkan Logistik tersebut, kebetulan saat itu ada karyawan TKI baik keturunan Tionghoa maupun TKI lokal sedang cuti. Jadi, mereka menumpang di kapal Basarnas yang saat itu ingin balik ke Kota Kendari untuk menikmati masa cutinya di masing-masing kampung halamannya.

- Periklanan -

“Terkait penggunaan kapal Basarnas itu, perusahaan tidak membantu apa-apa kepada pihak Basarnas alias gratis,”tegas pria yang merupakan mantan wartawan di salah satu TV Nasional ini.

Kata Dedy saat pengangkutan karyawan itu, bukan hanya TKI keturunan Tionghoa yang ada di dalamnya melainkan para TKI lokal asal Kendari, Makassar Provinsi Sulsel dan dari luar Sulawesi pun juga ikut naik ke kapal Basarnas tersebut untuk menikmati masa cutinya.

“Kita juga menggunakan kapal Basarnas itu untuk membawa kebutuhan logistik berupa bahan makanan untuk karyawan, karena putusnya jalur darat membuat stok bahan makanan untuk karyawan di gudang IMIP menipis. Untuk itu dibutuhkan transportasi laut dengan kapasitas besar yang bisa membawa bahan logistik dari Kendari ke Bahodopi, dan kebetulan permohonan ke pihak Basarnas disetujui. Selain membawa logistik untuk kebutuhan karyawan, kapal Basarnas itu juga mengangkut bantuan logistik untuk para warga korban banjir. Jadi penggunaan kapal Basarnas ini lebih fokus pada misi kemanusiaan,”jelasnya.

Klarifikasi ini disampaikan pihak PT IMIP, karena sebelumnya pasca terjadinya bencana banjir bandang di Kabupaten Morowali beberapa waktu lalu, PT Indonesia Morowali Industrial Park (PT IMIP) langsung menuai sorotan dari para Netizen yang menggunakan Media Sosial (Medsos) baik Facebook maupun di WhatsApp.

Sorotan itu berupa, tudingan bahwa PT IMIP lebih mengistimewakan proses evakuasi para TKA usai terjadi banjir bandang di Morowali. Sorotan dari para Netizen itu muncul, saat foto TKI keturunan Tionghoa yang disangka Netizen adalah TKA ini tersebar di Facebook dan WhatsApp naik kapal Basarnas dari Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara usai Kecamatan Bahodopi dilanda musibah banjir bandang.(fcb)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.