Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

PT IMIP Distribusi Logistik di Lokasi Banjir

MOROWALI- Pasca bencana banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Morowali belum lama ini, PT Indonesia Morowali Industrial Park (PT IMIP) langsung menunjukkan rasa prihatinnya kepada seluruh warga khususnya di Kecamatan Bahodopi yang terdampak bencana banjir bandang tersebut.
Hal itu terlihat, dengan berbagai upaya penanganan banjir yang telah dilakukan oleh perusahaan Industri Nikckel terbesar di benua Asia tersebut. Sejak hari pertama kejadian tepatnya Sabtu (8/6), PT IMIP sudah langsung bergerak dengan menetralisir beberapa dampak musub banjir seperti beberapa jalur lalu lintas yang terdampak banjir dan longsor di Kecamatan Bahodopi.
Senior Vice Presiden PT IMIP Slamet Victor Panggabean mengatakan, selain menurunkan alat berat untuk membersihkan longsor dan material dari banjir, pihaknya juga telah mendistribusi sembako di beberapa posko siaga bencana yang didirikan oleh Pemerintah setempat. Tak hanya itu, pria yang akrab disapa Slamet ini juga menyatakan bahwa pihaknya pihaknya juga turut serta dalam penyaluran dan pendistribusian logistik dari Bungku dan Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara menuju Bahodopi yang diperuntukkan bagi masyarakat Bahodopi.
“Di beberapa titik ini, tim kami tetap melakukan pendampingan dan pengawasan supaya distribusi logistik bagi masyarakat yang terdampak banjir bisa terealisasi dengan baik. Pemuatan dan pendistribusian logistik dari Kendari menuju Bahodopi dilakukan, dengan menggunakan kapal milik Basarnas Kendari,”ungkap Slamet Rabu kemarin (12/6).
Di tempat terpisah, koordinator emergency respon team (ERT) PT IMIP Askurullah mengungkapkan, bahwa segala upaya telah dilakukan PT IMIP supaya musibah yang menimpa masyarakat Bahodopi secara umum bisa ditangani dengan baik. Diantaranya, memastikan tanggul di sungai Bahodopi tetap stabil atau tidak jebol. Langkah yang diambil kata dia, dengan menyiagakan alat berat jenis Excavator, dozer dan long arm 24 jam di lokasi untuk mengantisipasi jebolnya tanggul.
“Kalau hari pertama banjir, langkah konkret yang diambil IMIP adalah melakukan pendampingan evakuasi atas musibah banjir dan longsor yang terjadi. Dengan melihat titik-titik mana saja mulai dari saluran air dan longsor, yang kiranya membutuhkan penanganan alat berat. Selain itu, tim medis dari klinik PT IMIP selalu siaga 24 jam untuk memastikan jika saja ada keadaan yang darurat,”urainya.
Langkah berikutnya yang akan dilakukan PT IMIP kata Askurullah, recovery secara darurat jembatan di sungai Bahodopi yang terputus akibat terjangan banjir. Hal tersebut merupakan permintaan dari warga dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali.
“Terkait dengan putusnya beberapa jembatan yang menghubungkan beberapa desa yang ada di Kecamatan Bahodopi, akan dilakukan setelah ada koordinasi lebih lanjut dari balai jalan seperti apa atau apa saja yang harus di support oleh PT IMIP. Sebab, jalur trans-Sulawesi ini merupakan kewenangan dari Balai Pelaksana Jalan Nasional,”jelasnya.(fcb)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.