alexametrics PSU di TPS Khusus PT ANA Super Ketat – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PSU di TPS Khusus PT ANA Super Ketat

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

MORUT – Pemilihan Suara Ulang (PSU) di dua TPS Khusus dalam kawasan perkebunan PT Agro Nusa Abadi (ANA), benar-benar ketat. Tidak satupun orang di area itu dapat lolos dari penerapan protap kesehatan Covid-19.

PSU Pilkada Morut 2020 sukses digelar KPU Morut pada Senin (19/4). PSU ini hanya dilaksanakan di empat TPS sesuai amar putusan Mahkamah Konstitusi pada akhir Februari 2021.

Keempat TPS tersebut yaitu TPS 1 Peboa Kecamatan Petasia Timur, TPS 1 Menyoe Kecamatan Mamosalato, serta TPS Khusus Rayon I PT ANA di Desa Bunta dan TPS Khusus Rayon II PT ANA di Desa Molino Kecamatan Petasia Timur.

Ketatnya protap tersebut juga dialami awak media di lokasi TPS Khusus Rayon II. Saat itu, wartawan wajib mengikuti rapid antigen. Beruntung, para wartawan dari tiga media itu dinyatakan non reaktif alias tak terpapar virus corona.

Meski sudah melalui protap pertama, awak media rupanya belum langsung dapat meliput pencoblosan. Masih ada satu tahap lagi yang mesti dilalui. Pasalnya, jalan masuk ke TPS khusus itu dihalangi portal besi. Puluhan aparat gabungan 
termasuk security perusahaan berjaga ketat di pos itu. Ketua KPU Morut Yusri Ibrahim yang berada di tempat itu bahkan tak bisa meloloskan wartawan. Ia menyarankan awak media untuk berkoordinasi dengan perwakilan perusahaan.

“KPU memang tidak mengeluarkan kartu khusus untuk peliputan PSU. Karena TPS khusus ini berada di area PT ANA maka disilahkan wartawan berkoordinasi dengan pihak perusahaan,” saran Yusri.

Petunjuk serupa juga disampaikan Kasat Narkoba Polres Morut Iptu Arsyad di tempat itu. Andaipun dapat meliput, ia menyarankan agar liputan dilakukan menjauh dari TPS.

“Kalau meliput jauh-jauh saja dari TPS,” tegasnya.

Saat akan membatalkan niat peliputan dan pergi meninggalkan lokasi tersebut, Community Development Officer PT ANA Doddy Adisatya bergegas menghampiri wartawan. Ia menjelaskan perlakuan tak mengenakan itu hanya kesalahpahaman saja.

“Jangan buru-buru pergi, tidak ada kok larangan untuk meliput. Yang benar itu adalah siapapun orangnya wajib mengikuti prokes pencegahan Covid-19 sebelum masuk area TPS,” ujarnya.

Doddy kemudian menyilahkan security untuk membuka portal. Ia lalu mengajak wartawan mendekati TPS. Wartawan yang sudah memaklumi kondisi itu lalu setuju.

“Karena sudah dirapid antigen, maka kawan-kawan wartawan boleh meliput,” imbuhnya.

Doddy menjelaskan, perlakuan ketat ini memang diterapkan merata pada semua orang, termasuk karyawan PT ANA sendiri. Baik itu pada pencoblosan 9 Desember 2020 hingga PSU 2021.

Kebijakan perusahaan terkait prokes yang ketat ini, kata Doddy, juga memicu adanya gugatan salah satu paslon Pilkada Morut di Mahkamah Konstitusi.

“Adanya TPS khusus ini karena diperintahkan oleh MK. Jika ada prokes yang ketat di area PT ANA, ya karena ini memang sudah kebijakan perusahaan yang diterapkan saat Covid-19 kali pertama mewabah,” katanya sembari menyilahkan wartawan untuk melakukan peliputan.

Dari pantauan Radar Sulteng, para karyawan yang akan menggunakan hak pilihnya datang menggunakan bis yang disediakan perusahaan.

Setelah turun dari bis, karyawan itu selanjutnya mencuci tangan dan wajib melalui pengetesan suhu tubuh. Mereka yang melewati abang suhu tubuh kemudian dipisahkan.

Kemudian, karyawan yang bersuhu tubuh rendah disilahkan masuk ke TPS secara bergantian. Kemudian menerima kertas suara, menentukan pilhan, lalu ditetesi tinta pada jari sebagai penanda telah mencoblos.

Sementara itu karyawan bersuhu tubuh tinggi tidak diperkenan melakukan pencoblosan pada bilik suara di dalam TPS.  Mereka selanjutnya diarahkan ke bilik khusus yang bersebelahan dengan TPS umum.

Saat pencoblosan berlangsung, rombongan pejabat daerah mulai dari Wakil Gubernur Sulteng H Rusli Dg Palabbi, Kapolda Sulteng Irjen Pol Abdul Rakhman Baso, Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf, Jacob Hendrik Pattipeilohy, Pj Bupati Morut Yopie Morya Immanuel tiba di tempat itu.

Selain pejabat tersebut, Komisioner KPU RI Hasyim Asy’ari, Ketua Bawaslu RI Ratna Dewi Petalolo, Kapolres Morut AKBP Bagus Setiyawan, Kajari Morowali Tenri A Waru beserta pejabat terkait lainnya turut hadir juga hadir di TPS khusus ini.

Para pejabat ini kemudian disambut oleh Community Development Area Manager (CDAM) Celebes 2 Agung didampingi Doddy Adisatya.

Wagup Rusli mengapresiasi penyelenggara sebab sukses menggelar PSU. Demikian pula apresiasi diberikan kepada Bawaslu, TNI, dan Polri yang berhasil melakukan pengawasan, pengawalan, serta penjagaan kondusifitas kambtibmas sehingga tidak adanya gejolak di masyarakat.

Hal serupa juga disampaikan Wagub kepada manajemen PT ANA yang telah bekerjasma dengan seluruh pihak terkait hingga PSU di TPS khusus dalam area perusahaan ini dapat terselenggara dengan sangat baik.

“Semoga situasi pelaksanaan PSU yang aman dan lacar ini tetap terjaga sampai pada tahap akhir,” harapnya.

Sementara itu CDAM Agung menyampaikan bahwa pihaknya telah bekerja optimal membantu pihak penyelenggara dan seluruh pihak terkait demi suksesnya PSU ini.

“Apa yang kami lakukan adalah kewajiban kepada negara demi suksesnya pelaksanaan PSU, khususnya di kawasan PT ANA,” ujarnya.

Seperti diketahui, penyediaan TPS khusus diakibatkan gugatan pasangan calon 02 Holiliana – H Abudin Halilu terhadap paslon 01 Delis Julakrson Hehi – Djira K.

Pada penjelasan perkara yang disampaikan Hakim Konstitusi, Pemohon mendalilkan terdapat 41.130 karyawan pemilik hak pilih yang bekerja pada PT ANA tidak dapat melaksanakan hak pilihnya.

Sementara itu di area PT ANA merupakan basis PDI Perjuangan, Gerindra dan PKS yang merupakan partai pengusung pemohon. Pemohon berpotensi kehilangan 1.430 suara.

Pada tahap klarifikasi pasca putusan MK, karyawan PT ANA ternyata hanya berjumlah 957 orang. Bahkan diantara itu hanya 515 karyawan yang memiliki hak pilih pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Morut 2020. (ham)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.