PSMTI Sulteng Resmi Berkibar

Diharapkan Dapat Membantu Bangkitkan Ekonomi Sulteng

- Periklanan -

PALU – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Cabang Sulteng resmi berkibar di Tanah Tadulako, Kerja pertama berupaya membantu pemulihan ekonomi dengan melobi para pengusaha untuk berinvestasi di Sulteng.
Pengukuhan pengurus PSMTI Sulteng dilaksanakan Kamis (28/2) bertempat panggung utama di Milenium Water Park.

Pelantikan pengurus dilakukan langsung Sekretaris Umum PSMTI Pusat Eddy Hussy, dan sebagai Ketua PSMTI Sulteng Wijaya Candra, Wakil Ketua Ricky Chandra, Sekretaris Suandi dan Bendahara Andres.
Serimony pelantikan juga dihadiri sejumlah pejabat daerah Provinsi Sulteng dan Kota Palu di antarnaya, Sekretaris Dinas Provinsi Sulteng Moh Hidayat Lamakarate MSi, Ketua DPRD Provinsi Sulteng M Aminudin Ponulele, Sekretaris Kota Palu Asri SH, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sulteng Prof Zainal Abidin, Wakil Kapolda Sulteng Kombes Pol Setyo Boedi Moempoeni Harso, Danrem 132 Tadulako Kolonel Inf. Agus Sasmita serta tamu undangan lainnya.

Sekretaris daerah Provinsi Sulteng Moh Hidayat Lamakarate MSi saat membacakan sambutan Gubernur sangat berharap pengurus yang baru saja dilantik bisa bekerja lebih baik lagi melalui hubungan sinergitas dengan pemerintah daerah, dalam menjembatani penyelesaian masalah-masalah sosial kemasyarakatan yang ada di sekitar.

Hidayat juga berharap, dengan organisasi PSMTI Sulteng dapat semakin mempertebal persaudaraan dan silaturahmi, juga dalam kaitan pelestarian warisan kebudayaan etnis Tionghoa sebagai komponen penguat keanekaragaman budaya dan etnis di indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah, serta sebagai wadah kerjasama dan gotong-royong. Karena melalui paguyuban ini tersimpan potensi besar untuk mempercepat cita-cita pembangunan Sulteng yang lebih maju, mandiri dan berdaya saing.

“Keberadaan warga perantau Tionghoa di Sulteng sudah sangat lama dan selama itu pula warga tionghoa dapat hidup berbaur dan berdampingan dengan rukun, aman, damai dan tentram bersama warga asli dan etnis lainnya yang ada di daerah ini,” ucapnya.

- Periklanan -

Hal ini kiranya jadi motivasi untuk semakin proaktif membangun daerah sebab warga Tionghoa sudah seperti saudara kandung dan pantas jika saudara menjadikan Sulteng sebagai kampung halaman kedua yang mesti dibangun dengan sentuhan sumbang saran, kerja keras, kebersamaan, keterbukaan dan pengabdian tulus ikhlas dalam semangat membangun Sulteng bangkit, khususnya Palu, Dongga, Sigi dan Parigi Moutong juga kembali kuat pascabencana.

Olehnya kata Hidayat, warga Tionghoa dikenal dengan kepribadiannya yang disiplin dan ulet, baik dalam bekerja maupun berniaga, sehingga semangat kedisiplinan dan keuletan berusaha itu diharapkan bisa ditularkan ke semua lapisan warga masyarakat Sulawesi Tengah.

“Saya pun mengimbau kepada saudara-saudaraku warga Tionghoa agar tetap kompak memelihara persaudaraan dan tetap mengutamakannya di atas segala-galanya khususnya dalam menyikapi beda-beda pendapat yang makin mencuat dalam lingkungan dinamis yang heterogen seperti saat ini,” pintanya.

Janganlah sampai putus persaudaraan dan silaturahmi hanya gara-gara beda pendapat. Marilah dewasa dalam mengelola perbedaan, supaya tidak menghalangi proses asimilasi, dan sinergi dalam konteks membangun Sulteng dengan keahlian profesi masing-masing.

Sementara Sekretaris Umum PSMTI Pusat Eddy Hussy mengungkapkan, sangat bangga dengan pemerintah Sulteng karena telah bekerja samabangkit kembali membangun daerah.
PSMTI mempunyai 34 cabang dan salah satunya yang ada di Sulteng, menurutnya pelantikan berarti komitmen dan berjanji untuk bersedia mengabdi sesuai visi misi PSMTI.
“Kita meyakini bahwa pelantikan pengurus PSMTI Sulteng bukan hanya acara seremonial. Melainkan momentum awal bagi seluruh pengurus mengembang tugas dan tangung jawab amanat etnis Tionghoa,” ucapnya.
Selain itu pengurus harus bersemangat menjaga kerukunan baik internal maupun dengan organisasi kemasyarakat lainnya dan bersinergi dengan pemerintah daerah.
Senada dengan itu Ketua PSMTI Sulteng Wijaya Candra mengungkapkan, PSMTI Terbentuk dari kesadaran etnis Tionghoa sendiri, sebab merupakan bagian masyarakat Sulteng, mencari nafkah dan berusaha di daerah ini.
“Kami hidup untuk pembangunan Sulteng di bidang sosial, budaya pendidikan dan masyarakat, kerjasama dengan pemerintah, semua etnis yang ada di Sulteng,” sebutnya.
Saat terjadi bencana pada 28 Sepetember silam, kata Wijaya Paguyuban PSMI seluruh Indonesia hadir memberikan bantuan bagi masyarakat korban bencana, dan dalam waktu dekat akan memberikan bantuan pembangunan Masjid.
Wijaya berharap, Kebersamaan yang telah terjalin jangan pernah putus, terus bersatu untuk membangkitkan Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala dan Parimo Moutong di semua bidang.
Saat ini yang dibutuhkan kebangkitan ekonomi, hal yang telah dikerjakan PSMTI Sulteng adalah mendatangi para pengusaha untuk segera berinvestasi di Sulteng secepatnya. (umr/adv)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.