PSK Tewas di Toilet, Mahasiswa Ditemukan Gantung Diri

Mayat Keduanya Ditemukan Hampir Bersamaan

- Periklanan -

PALU – Di waktu yang hampir bersamaan Polres Palu menerima laporan adanya penemuan mayat di wilayah Kota Palu. Ada dua jenazah yang ditemukan warga di waktu yang hampir bersamaan.

Jasad pertama ditemukan di eks lokalisasi Tondo Kiri, Senin malam (17/8) sekitar pukul 23.30 wita. Sedangkan jasad kedua ditemukan tewas gantung diri di sebuah rumah di Jalan Rajamoili.

Untuk korban tewas di eks Lokalisasi Tondo Kiri, dikenali sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) berinisial RD alias Rere (34). Dia ditemukan di toilet Salah Satu Café di eks lokalisasi tersebut. Wanita asal Jawa Timur ini, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan posisi telungkup.

Jasadnya hanya berbalut kain berwarna merah muda. Jasad Rere pertamakali ditemukan oleh rekannya, berinisial NA. Sebelumnya, NA memang hendak mencari Rere, yang diketahui ada di dalam kamar café tersebut. Namun setelah terus menerus mengetuk sebanyak 10 kali pintu kamar tidak juga dibuka, NA memutuskan masuk ke kamar dan benar saja pintu tidak terkunci.

Dia pun mencari keberadaan Rere, dan mendapati korban di kamar mandi dengan posisi telungkup. Sementara kepala korban berada di bak mandi. Saksi pun langsung melaporkan kondisi Rere, kepada rekannya yang lain berinisial OJ. “Ada tiga orang memastikan keadaan korban. Mereka mendapati korban dalam keadaan kepala berada di dalam bak, posisi kaki kanan terlipat di sisi atas bak, tangan kanan korban berada di luar bak diantara kedua paha korban, dan tangan kiri korban berada masuk di dalam bak, keadaanya sudah meninggal dunia, ” jelas Kapolsek Palu Timur AKP Laata, Selasa (18/8/2020).

- Periklanan -

Sebelum kejadian yakni sekitar pukul 21.00 wita, korban sempat berbincang dengan saksi NA dan menyampaikan akan istirahat sebab korban sudah mengantuk berat. Saksi kemudian meminta korban untuk istirahat saja.
Hanya selang beberapa jam dari kejadian di kompleks eks Lokalisasi Tondo Kiri, petugas juga kembali menerima laporan adanya penemuan mayat. Kali ini jasad ditemukan dalam kondisi tergantung di sebuah rumah di Jalan Rajamoili, Kelurahan Besusu Barat, Mantikulore. Korban diketahui bernama Alesandro Delpiero Wiono alias Sandro (22) Mahasiswa Semeseter akhir di Universitas Tadulako.

Sebelumnya, Sandro masih terlihat pada Senin malam dan sempat pamit kepada adiknya untuk keluar sebentar menggunakan sepeda motor. Namun sekitar pukul 12 malam, adik korban mendengar pintu pagar rumah terbuka dan mengetahui bahwa yang pulang adalah korban dari suara motornya. Saksi pun langsung tidur setelah mengetahui kakaknya pulang.

Sandro yang diketahui beralamat di Desa Doda, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso itu, sudah lama tinggal di rumah seorang dokter di Jalan Rajamoili bersama adiknya. Korban diketahui sejak SMA tinggal di rumah dokter tersebut hingga saat ini menjadi mahasiswa. “Kemudian sekitar pukul 06.30 wita saksi terbangun dan hendak menuju ke dapur, saksi melihat kakaknya telah dalam keadaan gantung diri, dan sudah tidak bernyawa lagi, karena saksi memegang badan korban sudah dalam keadaan dingin,” ungkapnya.

Menurut keterangan saksi saat dimintai keterangan belum mengetahui permasalahan, kenapa sampai kakaknya nekat gantung diri. Baik kasus penemuan jenazah di eks Lokalisasi Tondo Kiri dan jasad korban gantung diri di Jalan Rajamoili, masih terus diselidiki penyebabnya oleh aparat kepolisian.

Khusus kematian PSK Tondo Kiri, kasusnya ditangani langsung Polres Palu. Sedangkan kasus gantung diri di Jalan Rajamoili, kasusnya ditangani Polsek Palu Timur. Polisi sendiri belum berani berkesimpulan, apakah kasus kematian PSK dan mahasiswa yang gantung diri tersebut ada kaitannya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Palu, AKP Sigit Suhartanto menyampaikan bahwa dirinya belum dapat memastikan apakah korban di TKP eks Lokalisasi Tondo Kiri dibunuh atau murni karena penyakit. Sebab saat ini masih dalam penyeledikan dan masih menunggu hasil otopsi. “Belum dapat dipastikan, dan menunggu hasil otopsi,” katanya.
Kedua jenazah senidir hingga kini, diketahui masih berada di Kamar Jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulteng, untuk dilakukan otopsi. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.