alexametrics Proyek Tanggul Dituding Jadi Sumber Banjir – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Proyek Tanggul Dituding Jadi Sumber Banjir

Warga Minta Proyek Tanggul Sungai Kayamanya Dibongkar

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

POSO-Proyek pembangunan tanggul sungai Kayamanya kecamatan Poso Kota Kabupaten Poso memicu keresahan warga. Sebabnya proyek milik Dinas Cipta Karya dan Sumberdaya Air Provinsi Sulteng tahun 2020 berpagu anggaran Rp 3 miliar tersebut diduga kuat menjadi biang banjir di pemukiman mereka.

Bahkan proyek miliaran tersebut dituding warga sebagai penyebab amblasnya bangunan rumah warga pada Rabu (4/11) malam. Untung saja tidak ada korban dalam musibah dimaksud.

“Sebelum tanggul ini dibangun, lingkungan kami disini aman-aman saja dari banjir. Tanah bangunan kami disini juga aman,” kata Beny, warga yang bermukim di daerah aliran sungai (das) sungai Kayamanya, Kamis (5/11).

“Tapi begitu ada itu bangunan tanggul tanah bangunan rumah kami jadi amlas seperti ini,” tambah Usaman, warga lainnya. Untuk amannya lingkungan domisili mereka, warga setempat meminta agar proyek tanggul sungai yang belum lama selesai dibangun tersebut di bongkar. “Kalau pemerintah tidak mau bongkar, warga yang akan membongkarnya,” tegas warga terdampak banjir dan amblasnya tanah bangunan.

Menurut warga, mereka yakin kalau bangunan tanggul menjadi penyebab amblasnya tanah bangunan rumah mereka karena tanggul dibangun terlalu masuk ke dalam lebar sungai. Sehingga, menyebabkan luas aliran sungai menyempit hingga membuat volume debit air saat banjir menjadi lebih besar dan kencang.

“Harusnya ini tanggul dibangun pas dibibir sungai yang ada. Tapi ini dibangun masuk kedalam sungai, sehingga lebar sungai menjadi mengecil dan sempit,” ujar Beny diamini warga lainnya bernama Usman.

Tak cuma itu, warga juga menyorot soal kualitas pekerjaan bangunan proyek tanggul Sungai Kayamanya. Itu karena bangunan tersebut sudah retak-retak di beberapa titik.

“Tanggul ini dibangun tanpa menggunakan tulang besi. Aneh juga karena bangunannya panjang dan tinggi tapi cuma dicor dengan batu ciping saja,” ujar warga.

Warga berharap aparat hukum terkait turun menyelidiki adanya dugaan pekerjaan proyek bermasalah.

Kepala BPBD Poso, Noldi Tobondo, yang meninjau lokasi amblasnya tanah bangunan rumah warga di DAS sungai Kayamanya mengatakan akan segera melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Cipta Karya dan Suberdaya Air Provinsi Sulteng. “Saya akan koordinasikan ke provinsi. Karena ini proyek punya Dinas Ciptakarya dan Sumberdaya Air provinsi,” sebutnya.(bud)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.