Proyek Penebangan Pohon Rusak Pagar Untad

- Periklanan -

Salah satu titik pagar Untad terlihat rusak, akibat timpahan pohon, Senin (23/7) lalu. (Foto: Ist)

PALU – Proyek penebangan pohon yang dilakukan Pemerintah Kota Palu melalui kontraktor perusahaan swasta UD Maju, di sepanjang Jalan Untad I Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, dipersoalkan oleh pihak Universitas Tadulako (Untad) karena ikut merusak pagar kampus.

Menurut Kepala UPT Natalita Untad, Dr H Ramlan, selaku penanggung jawab kebersihan dan keindahan kampus Untad, ada sembilan titik pagar Untad yang rusak akibat dampak penebangan pohon itu. Dari sembilan titik yang rusak, dua di antaranya yang mengalami rusak parah.

“Kami dukung program pemerintah jika memang ingin dilakukan penanaman kembali di area kampus, tapi jangan sampai merusak pagar Untad. Akibatnya hewan ternak bisa masuk lagi di kampus dan merusak tanaman,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (26/7) kemarin.

Sebagai pihak yang dirugikan, Dr Ramlan meminta agar penanggung jawab proyek penebangan pohon itu, bertanggungjawab atas kerusakan pagar di Untad karena dinilai penebangan pohon dilakukan secara sembrono.

“Saya sebagai orang yang dipercayakan pak rektor mengurusi masalah kebersihan dan keindahan kampus, tidak terima karena pagar kami dirusak,” ujarnya.

Disampaikan bahwa selama dua hari sejak Sabtu dan Minggu, ia ikut mengamati pekerjaan penebangan pohon yang dilakukan di sepanjang jalan bagian selatan pagar milik Untad. Awalnya proyek ini dianggap adalah proyek dalam kampus.

“Tapi setelah kita pantau dan sudah sampai ke daerah perumahan BTN Bumi Roviga belum juga ada laporan minimal sepengetahuan kami. Setelah itu kami mencari pengawasnya sehingga jelas kalau itu proyek luar kampus. Jelas kita permasalahan karena ini pagar kami yang dirusak dan itu tidak ada permisi dulu,” kesalnya.

- Periklanan -

Diterangkan bahwa sebelumnya ketika diketahui bahwa itu proyek luar kampus maka langsung diperingati ke pengawas pelaksanaan proyek penebangan pohon dari Pemkot itu agar berhati-hati, tetapi tidak dilakukan.

“Harusnya pamit dulu, minimal pemberitahuan, karena ini ada pagar Untad, kalau sudah rusak karena timpahan pohon jelas kami yang dirugikan,” terangnya.

Karena sudah banyak pagar yang rusak, pihak Untad bersitegang dengan pihak kontraktor dipaksa untuk dihentikan. Selanjutnya dilakukan pertemuan antara utusan PT UD Maju ke pimpinan Untad, keputusannya pihak kontraktor bersedia memperbaiki pagar kampus.

“Tapi sampai hari ini (Rabu kemarin, red) belum juga diperbaiki padahal harusnya sudah ada pekerjaan perbaikan, atau minimal gerakan usaha untuk memperbaiki. Kami pertanyakan itu,” tegasnya.

Ramlan, menambahkan mengapa pihak Untad mempersoalkan jika ada pihak lain merusak pagar Untad karena hewan akan masuk ke dalam kampus. Padahal sementara ini, penataan keindahan kampus, lagi genjar dilakukan.

“Kalau pagar rusak, hewan akan masuk dan memakan tanaman yang kami pelihara. Makanya kami minta segera untuk diperbaiki, kasihan tanaman kami yang sudah kita pelihara akhirnya dimakan hewan ternak kambing maupun sapi,” terangnya.

Secara tegas, Ramlan menekankan apa bila ke depannya pihak kontraktor tidak melakukan perbaikan, maka pihak Untad akan melakukan somasi, dan akan berkoordinasi ke DPRD Kota Palu agar menegur Kepala Dinas PU Kota Palu.

“Kami tahu proyek yang dilakukan atas izin dan persetujuan pemerintah, tapi tentu tidak disuruh untuk merusak yang lain. Begitu penjelasan kami ke kontraktornya,” pungkasnya. (egi)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.