Proyek Jembatan Gantung di Bahoea Mandek

- Periklanan -

MOROWALI- Pembangunan infrastruktur Jembatan Gantung yang berada di Desa Bahoea Reko-reko Kecamatan Bungku Barat, saat ini terhenti. Hal itu terlihat saat tidak adanya lagi tukang mengerjakan proyek yang anggarannya melekat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tersebut.
Informasi yang dihimpun Radar Sulteng, proyek pembangunan Jembatan Gantung tersebut dilaksanakan sejak Mei 2018 lalu dengan nomor proyek 600/044/SPK/BPBD-APBD/V/2018. Jika dilihat seperti yang tertera di papan proyek, kegiatan ini seharusnya selesai pada Agustus 2018 lalu.
Sebab, proyek kegiatan Rehabilitasi dan Rekontruksi Sarana dan Prasarana Pasca Bencana ini ditargetkan selesai 60 hari kelender sejak dimulainya pembangunan. Namun nyatanya, hingga Januari 2019 ini proyek tersebut tak kunjung selesai dikerjakan alias Mandek.
Proyek yang dikerjakan oleh CV Karya Utama ini, menggunakan anggaran berasal dari APBD 2018 dengan nilai Rp 199.850.000 juta. Dengan terhentinya pembangunan infrastruktur Jembatan Gantung ini, membuat warga setempat bertanya-tanya.
Salah seorang warga Desa Bahoea Reko-reko bernama Agus (30), menyatakan bahwa dirinya heran dengan terhentinya pembangunan Jembatan Gantung tersebut.
“Saya ini orang awam, tidak tahu apa-apa soal proyek. Tapi, kalau dilihat dari papan proyeknya harusnya pekerjaannya selesai Bulan Agustus lalu atau selambat-lambatnya bulan September lah. Tapi, sampai sekarang tidak ada juga dilanjutkan pekerjaannya tanpa sebab yang pasti,”ungkapnya.
Untuk itu, Agus meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali dalam hal ini BPBD Morowali untuk segera melanjutkan proyek pembangunan Jembatan Gantung tersebut.
“Kalau memang mau dilanjut, saya berharap secepatnya dilanjutkan. Karena, infrastruktur ini sangat bermanfaat bagi masyarakat disini. Tapi kalau tidak dilanjut, sampaikan ke warga setempat agar mereka tahu penyebabnya dan tidak berharap lagi. Tapi kalau tidak dilanjut, perlu dipertanyakan kemana anggaran proyek ini,”tegasnya.
Dikonfirmasi terkait proyek pembangunan Jembatan Gantung yang mandek tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Morowali Nafsahu Salili tidak memberikan keterangan apa-apa. Saat dihubungi via SMS di nomor 081310033*** pada pukul 12.49 Selasa kemarin (1/1), Nafsahu sama sekali tidak meresponnya.
Begitu juga saat media ini mencoba menghubungi via telepone di nomor yang sama pada pukul 14.13 Selasa kemarin, Kepala Pelaksana BPBD Morowali ini enggan mengangkat telepon.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BPBD Morowali sama sekali belum memberikan keterangan terkait mandeknya proyek pembangunan Jembatan Gantung tersebut.(fcb)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.