Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Protes PLTU Panau, 10 Jam Blokade Jalan Trans Sulawesi

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Pengunjuk rasa memblokade Jalan Tawaeli jalur trans Sulawesi, kemarin (22/1). (Foto: Taswin)

PALU – Aksi lanjutan protes keras terhadap aktivitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Panau yang dikelola  PT Pusaka Jaya Palu Power (PJPP) berlanjut  Senin (22/1) kemarin.

Aksi kali ini melibatkan beberapa kelurahan yakni Kelurhan Panau, Kelurahan Lambara dan kelurahan Kayumalue. Masyarakat kembali menggelar aksi dijalan, dalam aksinya masyarakat memblokade jalan Trans Sulawesi.

Hal ini merupakan buntut dari pihak PLTU yang tak kunjung merealisasikan apa yang menjadi tuntutan masyarakat pada aksi sebelumnya.

Koordinator aksi, Farid mengatakan sebelumnya telah dilaksanakan negosisai di kantor kelurahan dari pihak Kejaksaan Negeri, Pihak Polres Palu dan pihak Dandim dan tidak menemui titik terang. “Ini merupakan aksi kekecewaan selama sebelas tahun dan PLTU kita anggap sebagai pemantik aksi pada hari ini,” ujarnya.

Aksi yang digelar selama kurang lebih sepuluh jam ini mengakibatkan kemacetan panjang di jalan Trans Sulwesi, aksi ini juga dihadiri Wakil Wali kota Palu Sigit Purnomo Said dan sempat benogsisai untuk membuka akses jalan yang diblokade jalan, tapi masyarakat menolak, sebelum pihak PLTU menyetujui beberapa tuntutan dari masyarakat aksi tersebut.

Wakil Wali Kota Palu bersama beberapa perwakilan dari aksi demo masuk kedalam PLTU dan memediasi kedua pihak, di dalam pertemuan tersebut masyarakat menuntut pihak PLTU untuk menanda tangani persetujuan beberapa  tuntutan massa aksi.

Salah satunya untuk tidak memproduksi limbah baru selama penggusuran limbah lama belum dituntaskan pihak pengelola PLTU.

Dalam pertemuan itu PLTU menawarkan surat pernyataan terkait salah satu tuntutan masyarakat, yaitu limbah baru yang dihasilkan selama proses penggusuran limbah lama akan ditimbun di lokasi (di dalam PLTU), tetapi masyarakat kembali menolaknya dan tetap bertahan dengan tuntutan awal, yakni menuntut pihak pengelola tidak memproduksi limbah baru selama penggusuran limbah lama belum tuntas. “Karena tidak menemukan kesepakatan maka kami masyarakat massa aksi akan melakukan demo lanjutan jika dianggap perlu,” tegas Farid.

Sementara berdasarkan pantaua Radar Sulteng akibat blockade jalan trans terjadi antrean kendaraan di sepanjang jalur trans Palu-Tawaeli dan sebaliknya dari Tawaeli-Palu. Bahkan salah seorang penumpang pesawat terpaksa merelakan tiket pesawatnya hangus karena kendaraan yang ditumpanginya tidak diperbolehkan lewat. Menurut salah seorang warga yang enggan menyebutkan namanya, sempat ada Ambulance yang memuat pasien sakit yang hendak dibawa ke rumah sakit di Palu juga dilarang pengunjuk rasa lewat. Akibatnya sempat terjadi ketegangan antara pengunjuk rasa dengan aparat kepolisian. “Untungnya aparat keamanan bisa membuka jalan sehingga mobil ambulance bisa diperbolehkan lewat pengunjuk rasa,” kata warga yang minta tidak menyebutkan namanya. (cr8)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.