Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Protes Insentif, Driver Grab Bike Minta Manajemen Diganti

PALU – Senin siang (8/7) sekitar 30-an driver Grab Bike menggelar unjukrasa di kantor Grab perwakilan Palu di Jalan Samratulangi.
Drive Grab Bike yang tergabung dalam Komunitas Patriot Grab Bike Palu menuntut untuk mengganti semua manajemen Grab perwakilan Palu dan kembali memberlakukan insentif food seperti pada awal-awal Grab beroperasi di Palu.
Koordinator aksi driver Grab Palu Rudy M Said, mengatakan mereka melakukan unjukrasa untuk mendesak kantor perwakilan Grab Bike Palu seluruhnya diganti. Hal itu karena dana insentif food yang sebelumnya mereka terima kini sudah tidak berlaku lagi. “Ini kebijakan merugikan kami. Semua diatur sama managemen sehingga pendapatan kami menjadi menurun,” katanya.
Rudy mengungkapkan, di Kota Palu ada sekitar 750 anggota driver Grab Bike di Palu dan semua mengeluhkan pendapatan menurun karena dihilangkannya insentif food. Sebelumnya kata Rudy, sehari pendapatan mereka bisa mendapatkan Rp 3.000 sampai Rp 4.000 saat ini pendapatan sudah berkurang Rp 1.250 setiap satu kali perjalanan.
“Kami dibuat seperti sapi perah. Kami datang menuntut perbaikan manajemen. Semua orang-orang di managemen yang ada di Palu diganti dan insentif food dikembalikan seperti semula,” ujarnya.
Perwakilan Grab Palu, Ismail C. Hakim saat menemui masa driver Grab Bike menjelaskan, semua tuntutan para driver Grab Bike terkait mulai dari permintaan penggantian orang-orang di manajemen Grab perwakilan Palu dan perubahan insentif bukan menjadi kewenangan Grab perwakilan Palu.”Kalau soal tuntutannya silakan diusulkan ke kantor pusat, karena kewenangan semua di pusat, kami tidak punya kewenangan,” imbuhnya.
Ismail juga mempersilakan pada driver Grab Bike yang berunjukrasa, jika ingin pindah ke aplikator lainnya yang dianggap lebih baik. “Kalau ada yang mau pindah ke yang lain silakan saja. Kalau nanti mau balik lagi ke Grab Bike silakan juga,” ungkapnya.
Sebagai bentuk protes masa unjukrasa driver Grab Bike menempelkan panflet yang berisi tuntutan di dinding pintu masuk kantor Grab Palu. Sempat terjadi kericuhan saat unjukrasa berlangsung, ketika salah saorang staf manajemen Grab Palu dimintai keluar dari kantor untuk menemui pengunjukrasa, karena dianggap sering memposting di media sosial yang dianggap menyinggung para driver Grab Bike yang melakukan aksi protes. Saat staf yang berbaju merah itu keluar dari ruangan langsung mendapat tamparan dari seorang massa aksi, yang kemudian memicu beberapa drive lainnya mendekat dan menunjuk-nunjuk kearah pria yang mengenakan topi. Situasi kemudian bisa ditenangkan saat pria yang dianggap membuat provokasi di Medsos bersedia meminta maaf. (ron)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.