Proses Hukum Hilangnya Dana Desa Dipertanyakan

Kecewa, Warga Olumokunde Temui Bupati

- Periklanan -

POSO- Sejumlah warga desa Olumokunde kecamatan Pamona Timur kabupaten Poso mendatangi kantor Bupati setempat, Selasa (30/7). Mereka datang untuk menemui bupati Darmin Sigilipu guna mengadukan kasus hilangnya dana desa (DD) Olumokunde yang hingga sekarang belum tuntas proses hukumnya di tangan kepolisian. Padahal kasus raibnya dana desa sebesar Rp 120 juta itu sudah dipolisikan warga sejak hampir empat tahun lalu, sesaat uang desa dilaporkan hilang pada 16 Juli 2016. “Sebagai warga kami ini bingung kenapa proses hukum hilangnya dana desa di desa kami ini tidak selesai-selesai bahkan terkesan tidak jelas. Terus terang kami kecewa,” kata Jhon Tedengki, tokoh masyarakat desa Olumokunde, yang ikut bersama warga di kantor Bupati Poso. “Kenapa kami kecewa? Karena kasus ini sudah kami laporkan kemana-mana, hingga ke Tipikor Polda, tapi tidak kunjung selesai prosesnya,” ungkapnya.
Dengan cara menemui Bupati, Jhon Tedingki berharap akan diperoleh solusi untuk penuntasan kasusnya. “Kami mau minta ke bapak bupati agar hak-hak kami sebagai masyarakat diperhatikan. Salah satunya adalah hak kami untuk mengetahui kepastian hukum hilangnya dana desa 120 juta ditahun 2016 silam,” ucapnya.
Diterangkan Jhon bahwa dana desa tahun 2016 sebesar Rp 120 juta hilang dari dalam brangkas kantor desa beberapa jam pasca dicairkan dari Bank. Sebelum dilaporkan hilang, keberadaan dana desa tersebut saat itu baru diketahui oleh tiga orang, yaitu Kades Undian Patobo, Sekdes Maranata Raungku, dan Bendahara Desa Yosrin Pelelu.
“Baru dicairkan siang, malamnya sudah dilaporkan hilang. Jadi pencairannya belum sempat disampaikan atau diumumkan ke masyarakat,” tutupnya. Belum diketahui hasil pertemuan warga Olumokunde dengan Bupati. Karena hingga berita ini dikirim, pertemuan masih berjalan. (bud)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.