Propam Selidiki Oknum Polri Terlibat Tambang Dongi-Dongi

- Periklanan -

PALU – Keberadaan aktivitas tambang emas tanpa izin di Dongi-Dongi Kabupaten Poso juga menjadi atensi Kapolda Sulteng, Irjen Pol. Drs. Abdul Rakhman Baso, S.H.

Kepada wartawan di salah satu tempat wisata di puncak Kabupaten Sigi, Sabtu malam (14/11) Kapolda Rakhman Baso mengatakan, permasalahan Dongi-Dongi bukan hanya berkaitan dengan adanya hutan lindung dan sebagainya, tapi juga menyangkut periuk dan perut masyarakat di sana.

“Tidak mungkin penegakan hukum yang dikedepankan sementara masyarakat di sana, periuknya tidak menyala bagaimana coba,” katanya.

Tapi kata Kapolda, tentunya Polda Sulteng melalui upaya-upaya koordinasi dengan aparat terkait, kehutanan bisa mengimbau, supaya bisa mengikuti aturan-aturan yang berlaku pada lokasi-lokasi pertambangan tersebut.

- Periklanan -

Terkait dugaan keterlibatan oknum anggota Polri yang ditugaskan menjaga di lokasi pertambangan Dongi-Dongi, tapi juga diduga ikut terlibat meloloskan penambang masuk ke areal pertambangan?

Kapolda bintang dua itu menegaskan, pihak Propam sedang menyelidiki dan tidak akan ragu-ragu akan menindak. “Kalau memang ada anggota kita (Polda Sulteng) kita akan tindak, saya tidak ragu-ragu akan menindak,” tegasnya.

Terkait meninggalnya salah satu warga di lokasi pertambangan Dongi Dongi, Kapolda menambahkan, kasusnya sudah diproses di Polres Poso. “Sudah tahap penyelidikan di Polres Poso,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Selasa (27/10) lalu sekitar pukul 19.00 telah terjadi penganiayaan seorang penambang yang dilakukan juga seorang penambang di lokasi tambang emas Dongi-Dongi.

Akibat penganiayaan tersebut seorang penambang bernama Karel tewas terkena tikaman yang dilakukan tersangka yang diketahui bernama Heru Sulistio Momintan. Penyebabnya diduga kesalah pahaman dimana saat bernyanyi, korban merasa pelaku mengejeknya saat bernyanyi hingga terjadi percecokan dan berakhir dengan penikaman. (ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.