Program Pengadaan Sapi di Buol Miliaran Rupiah Hasilnya Tidak Maksimal

- Periklanan -

Sapi Tinggal 120 Ekor Kurus dan Kerdil///SUB
BUOL-Program One Man One Cow (Satu Orang Satu Ekor Sapi) yang dicanangkan Bupati Buol H. Amirudin Rauf pada tahun 2018, ternyata telah menelan biaya puluhan miliar rupiah yang bersumber dari APBD Buol.

Berdasarkan data lainnya dari Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Buol, Ir. Usman Hasan, untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, tahun 2019 juga telah dibangun sarana berupa pos jaga dan tempat parkir masing masing 2 unit, kandang penggemukan, instalasi biogas, lantai jemur, kandang isolasi, pengelola limbah dengan jumlah masing masing 1 unit. Serta membangun menara 1 JPU solar feel 10 unit. Dengan total anggaran keseluruhan sebesar Rp 6,4 miliar lebih.

Untuk pembersihan/penyiapan lahan dan pembangunan Ranch serta kebun hijauan makanan ternak diatas lahan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Air Terang Kacamatan Tiloan seluas 119 hektare telah menghabiskan anggaran APBD 2018 sebesar Rp 14,3 miliar. Dan biaya pembangunan kandang dan sarana pendukung lainnya sebesar Rp 7,5 miliar. Menyusul biaya pembangunan jaringan air sebesar Rp 3 miliar, dan jaringan listrik sebesar Rp 158 juta.

Selanjutnya untuk meningkatkan populasi ternak sapi tahun 2018 sebanyak 18.646 ekor dan tahun 2020 sebanyak 30.517 ekor, menurut Kadis Pertanian, tanaman pangan dan peternakan Kabupaten Buol Ir, Usman Hasan, telah dilakukan langkah-langkah antara lain intensifikasi kawin alam dan inseminasi buatan serta pengadaan ternak sapi melalui APBD, APBDesa dan oleh ASN antara lain (ASN eselon II 4 ekor, eselon lll 3 ekor, eselon IV 2 ekor, dan staf masing-masing satu ekor ).

Sementara untuk tahun 2019, telah dialokasikan anggaran APBD sebesar Rp 7,8 miliar untuk pembelian pengadaan sapi sebanyak 765 ekor. Dan menyusul ltahun 2021 dianggarkan lagi sebesar Rp 1,8 miliar untuk pengadaan sapi sebanyak 199 ekor. Selain itu tahun 2021, Kementerian Pertanian RI telah menjanjikan pemberian bantuan sapi Bali sebanyak 20 ekor.

- Periklanan -

Tujuan pembangunan Ranch adalah untuk menghasilkan bibit sapi potong yang akan didistribusi kepada masyarakat dan penggemukan anak sapi jantan sebagai sumber pendapatan daerah serta sebagai percontohan bagi masyarakat dalam memproduksi biogas dan pupuk organik dari kotoran sapi.

Sedangkan pengadaan sapi yang dianggarkan melalui APBDesa masing masing hingga saat ini jumlahnya sebanyak 4.423 ekor, sementara pengadaan ASN baru 1.542 ekor dari target hingga tahun 2022 sebanyak 4.901 ekor.

Namun jika melihat kenyataanya di lokasi miniranch saat ini, kondisinya sangat tidak berbanding lurus dengan besarnya nilai anggaran APBD yang telah dialokasikan, baik untuk pembangunan sarana dan prasarana maupun besarnya anggaran untuk pengadaan sapi yang jumlahnya puluhan miliar rupiah.

Pantauan media ini, di lokasi miniranch tersebut, Selasa (27/7) tampak biasa-biasa saja. Selain jumlah karyawan yang terbatas. Juga jumlah ternak sapi yang disetiap saat diberi asupan makanan rumput gaja saat ini hanya sebanyak 120 ekor jenis sapi Bali dengan kondisi tubuh kecil dan kurus.

” Jumlah sapi yang ada saat ini sisa 120 ekor termasuk sebagian kecil sapi Mongol, dan sekitar 100 ekor lainnya diserahkan ke Desa Jatimulia. Sedang sebagian lagi ada di Desa Yugut dan Desa Paleleh, ” ujar Kepala UPT Miniranch, Suleman kepada media ini.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.