Program BNPT Akan Diadopsi Negara Luar

- Periklanan -

JAKARTA – Pendekatan soft power yang dilakukan oleh Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT) kini mendapat perhatian banyak negara dan bahkan program soft power yang sudah dilakukan akan diadopsi oleh negara luar. Oleh karena itu, BNPT juga menyiapkan organisasi yang lebih smart dan lebih luas lagi.

“Nanti kita akan punya perwakilan di luar negeri dan jumlah kedeputian yang kini ada tiga, akan dikembangkan menjadi enam Deputi,” kata Kepala BNPT, Komjenpol Drs Suhardi Alius MH saat membuka secara resmi Rakernas FKPT 2019 di Jakarta, kemarin (18/2).

Rapat Kerja Nasional ini diikuti sekira 280 orang peserta dari 32 provinsi pengurus Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT)
Menurut Suhardi kata kunci dalam mencegah terorisme dan radikalisme harus sejuk. Apalagi, di dalam negeri sendiri, kita tahun ini menghadapi tahun politik yang sarat potensi kekerasannya. “Maka ini adalah bagian penting pula dari semua komponen bangsa, menjaga dan merawat kesejukan yang sudah mulai tercipta. Jangan sampai tahun politik membuat kita terpecah belah,” ujar Suhardi.

Selain membuat sejuk di dalam negeri itu, Suhardi juga mengingatkan fenomena global yang setiap saat bisa saja merusak negeri ini. “Perang tidak lagi dalam bentuk konvensional, tetapi sudah makin jauh ke arah perang merusak tatanan budaya kita. Ini memerlukan cara penanganan yang harus canggih pula,” kata jenderal bintang tiga itu.

- Periklanan -

Pada saat ancaman dari luar datang katanya, kita di dalam negeri berkelahi antarsesama maka inilah akan membuat kehancuran kita. Ia mengatakan, mesti ada ikatan-ikatan yang membuat kita bersatu dalam harmoni. Untunglah kata Suhardi, Pancasila, UUD 45 dan NKRI masih dipercayai oleh mayoritas anak bangsa sebagai pemersatu, sebagai semangat yang bisa membuat bangsa ini sama-sama menjaga persatuan.

Rakernas tahun ini menghadirkan sejumlah narasumber akademisi, praktisi dan tokoh masyarakat.
Tampak hadir mantan Kepala BNPT, Irjen Pol Purnawirawan Ansyaad Mbai, Sestama BNPT Marsda Asep Adang Supriyadi, Direktur Pencegahan Brigjen Pol Hamli dan para tamu undangan serta narasumber.

Sebelumnya Kasubdit Pembinaan Masyarakat BNPT, Andi Intang Dulung mengatakan Rapat Kerja Nasional ini dilaksanakan setiap awal tahun dan merupakan kelanjutan dari Rapat Koordinasi yang biasanya berlangsung di akhir tahun. “Rakernas ini akan melahirkan program kerja yang akan dilaksanakan setahun mendatang oleh FKPT di 32 provinsi,” ujar Andi Intang Dulung.

Dari FKPT Sulteng yang hadir di Rakernas tersebut dipimpin Dr Muzakir Tawil MSi (Ketua), Mansyur SH (sekretaris), Dra. Ritha Safitri Lapasere (bendahara), Dr. H. Hilal Malarangan, M.HI (Kabid Agama),
Dr. Timuddin Dg. Mangera Bouwo, M.Si (Kabid Ekososbud), Dr. H. Muhtadin Dg. Mustafa, M.HI (Kabid Penelitian), Dr. Ir. Muhd. Nur Sangadji DEA (Kabid Pemuda dan Wanita ), dan Dr. Moh. Irfan Mufti M.Si (Satgas) serta Kabid Media. (Lib)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.