Prof Nurdin Dikukuhkan jadi Guru Besar Sistim Informasi

- Periklanan -

PALU – Rabu (31/3), merupakan hari bersejarah di karir Prof. Nurdin, M.Com., Ph.D. Pasalnya, beliau dikukuhkan menjadi guru besar di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu. Gelar guru besar yang disandangnya dalam bidang Ilmu Sistim Informasi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Palu.

Alumni Universitas Teknologi Swinburne Australia dalam bidang ilmu IT ini, dalam kesehariannya sebagai dosen di FEBI IAIN Palu dan Pascasarjana. Prof. Nurdin mengatakan, merasa senang dan bersyukur atas perolehan gelar guru besar dalam bidang ilmu sistim informasi. Menurutnya, jabatan guru besar merupakan prestasi atau karir sesungguhnya bagi seorang dosen. Kata dia, jika belum sampai di jabatan guru besar, berarti belum sampai ke puncak prestasi atau puncak karir dari seorang pengajar di perguruan tinggi.

“Kalau sudah menjadi guru besar, tugas kita terus mengabdi saja, mengajar, melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat, terutama saya di bidang ilmu sistim informasi,” kata Prof Nurdin saat ditemui Radar Sulteng, Senin (29/3).

Prof Nurdin mengakui, dirinya menjadi guru besar dalam bidang sistim informasi melalui loncat jabatan. Artinya, dari lektor langsung ke guru besar. Menurutnya, bidang ilmu sistim informasi ini bidang ilmu baru dan masih sangat jarang yang menyandang profesor dalam bidang ilmu sistim informasi. Dosen kelahiran Nanggroe Aceh Darussalam ini mengakui, untuk menjadi guru besar memang sangat sulit, terutama untuk menjadi guru besar harus punya tulisan yang terindeks scopus atau di jurnal internasional bereputasi.

- Periklanan -

“Atau seperti saya loncat jabatan membutuhkan minimum 4 jurnal, tapi didukung makalah-makalah yang dipresentasikan pada seminar internasional yang juga terindeks scopus,” ungkap pria yang sudah mengabdi sebagai dosen IAIN Palu selama 20 tahun lebih ini.

Prof Nurdin menjadi guru besar dengan mengirim 17 artikel terindeks scopus ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di tahun 2020. Prosesnya kata dia, jika sudah melengkapi berkas tidak membutuhkan waktu lama. “Saya mengirim bulan maret, bulan juli sudah terbit guru besar dari Kemendikbud,” singkat Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Palu ini.

Meskipun menantang menjadi guru besar, tapi Prof Nurdin mengungkapkan menjadi guru besar adalah sebuah kehormatan terutama dalam komunitas sebidang ilmu, dengan demikian bisa memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat terutama masyarakat di sebidang ilmu.

“Saya persiapkan artikel lebih lima tahun dan untuk menulis sebuah artikel itu butuh waktu lama, kadang-kadang dua tahun. Jadi saya butuh lima tahun untuk mempersiapkan mendapatkan 17 artikel bereputasi internasional tersebut,” terangnya. (win)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.