Prihatin Pengsungsi yang Butuh Makanan

Pertanyakan Dana Luar Negeri yang Masuk di Sulteng

- Periklanan -

PALU-Masalah penanganan kemanusiaan pasca bencana alam di wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng), terutama di daerah terdampak yakni Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala (Pasigala) menjadi topik hangat setiap hari.

Seperti pada Selasa (19/3) kemarin, diskusi berjalan hangat antara Danrem 132/Tadulako Palu Kolonel Inf Agus Sasmita bersama relawan pasigala Mitra Korem Moh Raslin, yang dihadiri pula Kepala Seksi Teritorial (Kasiter) Korem 132/Tadulako Mayor Inf Jufri Halimun. Diskusi berlangsung singkat padat dan jelas, membahas masih adanya pengungsi yang butuh makanan. Bayi butuh susu, orang tua jompo butuh kasih sayang.

- Periklanan -

“ Disaat dinas terkait dalam penanggulangan bencana sudah mati suri, perwira menengah jebolan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan ahli bidang taktik khusus Penanggulangan Teroris (Gultor) Kopassus ini semakin menunjukan kepekaannya terhadap warga-warga yang masih menghuni tenda-tenda darurat di wilayah Pasigala, “ terang Raslin, yang juga Ketua Bidang Perlindungan Hukum dan HAM Forum Pemuda Kaili Bangkit.

Dalam keterangan persnya kemarin, Moh Raslin juga menanyakan bantuan dana luar negeri yang masuk ke Indonesia untuk penanganan bencana di Pasigala Provinsi Sulteng yang tercatat di Kementrian Luar Negeri/Satgas Pendampingan/Rekening BNPB sampai masa tanggap darurat selesai 25 Desember 2018.

“ Bahwa total realisasi bantuan uang segar sebesar USD 16.207.935,82. Nilai yang sangat fantastis untuk penanggulangan masyarakat yang terkena dampak. Sampai hari ini, tidak adanya transparansi seperti apa bentuk implementasi dan realisasinya di lapangan, “ beber Raslin dengan nada kesal.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.