Pria Pengejar Cinta Asal Bangladesh Itu Dilapor ke Polres Donggala

- Periklanan -

Fahim asal Bangladesh saat menjenguk Ira di Rumah Sakit Budi Agung Palu, mengharukan. (Foto: Facebook.com/Fadlia Lagani)

DONGGALA – Kisah pria asal Bangladesh bernama Fahim yang mengejar cinta hingga ke Donggala berujung di kantor polisi. Fahim dilaporkan atas tindakan kekerasan yang dilakukan kepada Nurisraj alias Ira warga Kabupaten Donggala.

Ira sendiri merupakan wanita yang menjadi tujuan utama Fahim datang ke Donggala. Namun tak disangka, Fahim ternyata sempat melakukan pemukulan kepada Ira saat berada di hotel pada Sabtu (11/3) malam lalu.

Ira yang didampingi oleh manajer advokasi kekerasan perempuan dan anak KPPA Sulteng, Hermawan, melaporkan kejadian itu ke Polda Sulteng, Kamis (16/3) dengan nomor laporan LP/142/III/2017 SPKT. Menurut Hermawan, awalnya Fahim tak mengakui tindakan kekerasan yang dilakukannya kepada Ira. Namun setelah dihadapkan dengan Ira, akhirnya Fahim mengakui perbuatannya. Di depan Polisi Fahim sempat merengek. “Dia sempat menangis-menangis di dalam ruang pemeriksaan,” ungkap Hermawan.

- Periklanan -

Setelah melaporkan ke Polda Sulteng, akhirnya Fahim kembali berangkat ke Negara asalnya Jumat (17/3) siang kemarin. Keberangkatan Fahim juga di dampingi oleh pihak kepolisian Polda Sulteng. Namun Fahim akan kembali ke Indonesia untuk membawa keluarganya dan akan tinggal menetap jika Ira menerimanya sebagai kekasih. “Sebelum berangkat dia rencananya akan kembali kalau Ira terima,” ujarnya.

Pernyataan Fahim itu kata Hermawan, disampaikan oleh Ira dengan tujuan agar Fahim benar-benar akan kembali pulang ke Negara asalnya. Pasalnya jika ditolak, Fahim nekat tidak mau pulang dan akan membatalkan tiket pesawatnya. “Terpaksa kita iyakan, tapi sebenarnya agar dia bisa pulang. Karena kalau kasus ini lanjut, maka otomatis dia akan ditolak masuk ke Indonesia,” tuturnya.

Hermawan menambahkan, dirinya khawatir jika kejadian sebelumnya akan terulang jika Fahim tetap bersama Ira. Yang lebih dikhawatirkan lagi, kedatangan fahim bisa saja modus kejahatan internasional. “Kan bisa saja ini adalah modus kejahatan,” ungkapnya.

Ira sendiri mengaku sebenarnya trauma kepada Fahim  saat dirinya berada di rumah sakit. Untungnya Fahim di kawal oleh pihak kepolisian. “Saya sebenarnya tidak mau ketemu dia kalau Fahim tidak dikawal polisi karena saya trauma,” terangnya.

Menurut Ira, kisah dirinya dengan Fahim sebenarnya tidak seperti apa yang dikatakan orang-orang. Terutama pada berita yang bereda di jejaring media sosial facebook. “Banyak orang yang posting dengan kabar yang berbeda-beda. Padahal sebenarnya  yang diceritakan orang itu tidak benar,” tambahnya. (ujs)

 

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.