Prestasi Smanor Tadulako Mulai Terlihat

- Periklanan -

Muh Jufri (Foto: Sugianto)

PALU – Pelan tapi pasti pembinaan olahraga melalui sentra Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Smanor Tadulako mulai terlihat. Sepanjang 2016, dari 9 cabang olahraga (cabor) yang dibina, semua sukses meraih prestasi di setiap kejuaraan yang ada.

Kepala Smanor Tadulako, Muh Jufri SPd MPd, yakin kalau di masa-masa mendatang atlet Smanor Tadulako juga akan dapat berbicara banyak di level nasional, seperti yang dilakukan sentra olahraga lain yakni Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP).

“Tahun kemarin jika tolak ukurnya adalah Kejurnas, dari 9 cabor yang kita bina semua sudah memberikan prestasi,” katanya kepada Radar Sulteng, Sabtu (8/1) lalu.

Dikatakan bahwa dari 9 cabor yang pernah diikutkan dalam Kejurnas 2016, hanya cabang sepak takraw meraih hasil peringkat 4 waktu Kejurnas PPLP, PPLP-D dan SKO di Semarang.

- Periklanan -

“Kemarin hanya double putri peringkat 4, tapi 8 cabang lainnya sudah memberikan prestasi walaupun mungkin belum sesuai harapan,” ucapnya.

Menurutnya khusus regulasi Kejurnas PPLP, PPLP-D dan SKO, Smanor Tadulako sudah membukukan medali perak, dan perunggu satu atau dua tahun terakhir. “Kalau emas belum kita raih di even Kejurnas, tapi mungkin ke depannya kita sudah dapatkan,” jelasnya.

Disampaikan bahwa dua cabang yakni taekwondo dan karate yang mengalami loncatan raihan prestasi. Kalau taekwondo berhasil menyabet dua perak dan satu perunggu di Kejuaraan Terbuka di Surabaya, lain halnya dengan cabor karate ketika ambil bagian di Danrem Cup Desember lalu.

“Danrem Cup kita meraih 6 emas, 2 perak dan ditambah satu pemain yang meraih best of the best,” sebutnya.

Melihat metode pembinaan yang semakin baik di Smanor Tadulako, dari 9 cabor yang dibina yakni atletik, karate, pencak silat, taekwondo, tinju takraw, dayung, bulutangkis dan catur, progres ke depannya diharapkan paling tidak bisa mempertahankan bahkan ditingkatkan prestasinya.

Terkait pembinaan di Smanor, kita juga banyak berkaca di pembinaan PPLP yang sudah lama eksis dan sudah banyak menghasilkan prestasi. “Sistem pola pembinaan Dispora misalnya, kita rujukannya kesana seperti yang diterapkan di PPLP dan itu juga yang coba kami terapkan di sekolah,” pungkasnya. (egi)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.