Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PPUPIK Apotek Pendidikan Tadulako Ajarkan Pembuatan Handsanitizer Gel

Bagi Petugas Instalasi Farmasi Rumah Sakit

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Kebutuhan akan handsanitizer di sejumlah rumah sakit masih cukup tinggi. Namun di sisi lain, penunjang aktifitas medis ini, kerap sulit didapatkan atau harganya yang mahal. Hal ini menjadi keprihatinan tersendiri sejumlah dosen Jurusan Farmasi Fakultas MIPA Univesitas Tadulako.

Lewat Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) Apotek Pendidikan Tadulako menggelar pelatihan pembuatan handsanitizer gel bagi sejumlah rumah sakit di Kota Palu. Untuk peserta awal, tim dari PPUPIK mengundang bagian instalasi farmasi Rumah Sakit Umum Tadulako. Pemateri berasal dari Laboratorium Farmasetika, Jurusan Farmasi,Untad dan kegiatan dilaksanakan di Apotek Pendidikan Tadulako, Kamis (16/7) kemarin.

Ketua Tim PPUPIK, Alwiyah Mukaddas,S.Farm.,M.Si.,Apt menyampaikan, pihaknya memang sengaja, mengundang para peserta dengan jumlah terbatas, karena mengingat situasi pandemi yang belum usai dan menerapkan protokol kesehatan dengan wajib menggunakan masker dan faceshield selama kegiatan berlangsung.

“Nanti ini bertahap, sebagai awal peserta kami undang dari RS Untad dulu, kemudian nanti berlanjut ke rumah sakit lainnya di Kota Palu. Mereka kami undang dengan perwakilan masing-masing dua atau tiga orang yang memang bertugas di bagian Instalasi Farmasi,” jelas Alwiyah, ditemui di sela-sela memberikan materi sekaligus praktik pembuatan handsanitizer gel.

Masih menurut akademisi Untad ini, bahwa permintaan hand sanitizer baik di tengah masyarakat maupun rumah sakit itu memang masih cukup tinggi. Apalagi di sejumlah rumah sakit yang menjadi rujukan Covid-19. Berkat bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), sehingga pelatihan ini juga bisa dilakukan. “Melihat kondisi yang ada, maka kami para dosen Jurusan Farmasi terpanggil untuk ikut membantu, lewat produksi handsanitizer sekaligus mengajarkan cara pembuatannya yang benar kepada seluruh rumah sakit di Kota Palu,” ungkapnya.

Sebelum diajarkan formulasinya kepada para perwakilan rumah sakit, handsanitizer gel yang dibuat oleh Farmasi Untad ini, sudah melalui proses optimasi formula menggunakan bahan yang tersedia terutama gelling agent/pembentuk gel yang sulit didapatkan di Palu sehingga pengadaannya dari luar kota. Hand sanitizer gel yang dibuat ini, sesuai standar WHO dengan kadar alkohol 73% /hospital grade, sehingga layak digunakan untuk medis atau rumah sakit.

Menurut WHO tidak dianjurkan menambah zat pewarna, pengaroma, dan/ atau ekstrak, essential oil dari tanaman untuk kebutuhan RS dan jikapun ingin menambah zat tersebut diatas harus dilakukan proses uji stabilitas formula gel.
Masih menurut Alwiyah, membuat hand sanitizer memang tidak boleh sembarang. Harus melalui formulasi dan perhitungan yang matang sebelum melakukan proses pencampuran tidak bisa hanya menambahkan zat tertentu semaunya yang tidak ada dalam formula awal. Sebab, bila bahan yang digunakan berlebihan atau kurang maka manfaatnya pun akan bergeser. “Contoh, jika kebanyakan campuran, maka senyawa ethanolnya akan berkurang, mungkin dari 70 persen malah jadi 40 persen, dan itu tidak efektif membunuh kuman,” sebut Alwiyah.

Selain melatih petugas Rumah Sakit, nantinya lewat program pengabdian ini, handsanitizer yang diproduksi oleh PPUPIK Apotek Pendidikan Tadulako, juga bakal dibagikan ke sejumlah panti asuhan dan pondok pesantren. Anak-anak di dua tempat ini, kata Alwiyah, juga sangat penting diberikan perhatian, agar terhindar dari wabah Corona ini. “Saat ini, seperti di Panti Asuhan atau Pondok Pesantren mereka sudah mulai kembali aktifitas belajar, dan nanti mereka yang akan kami berikan hygiene kit (paket kebersihan diri) terdiri dari handsanitizer yang kami buat, kemudian masker, serta gunting kuku,” tandasnya. (agg)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.