PPNI Gelar Doa Perawat Untuk Negeri

- Periklanan -

JAKARTA – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) bersama Pemerintah, Satuan Tugas Penanganan Covid-19, rohaniawan dan elemen perawat serta masyarakat menggelar doa bersama bertajuk ‘Doa Perawat untuk Negeri’. Acara tersebut dilaksanakan secara daring dan diselenggarakan langsung melalui Youtube, Selasa (15/9).

Ketua Umum DPP PPNI, Harif Fadhillah menyampaikan Pandemi Covid-19 menjadi mementum sinergi anak bangsa bersatu untuk negeri. “Pandemi ini memperlihatkan pada kita betapa pentingnya sinergi komunitas dari berbagai sektor dalam penanganan (Covid-19) termasuk juga kita lembaga-lembaga non pemerintahan seperti PPNI sebagai organisasi profesi,” Sesuai arahan Presiden, Harif mengatakan, situasi saat ini adalah krisis, dan karenanya anak bangsa perlu memberikan segenap kemampuan untuk bersama negara melakukan penanganan mitigasi bencana wabah Covid-19.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Letjen Doni Monardo dalam sambutannya mengucapkan duka cita atas gugurnya para perawat dalam pengabdiannya menghadapi Covid-1, sementara itu Menkes Terawan Agus Putranto menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para perawat yang telah bekerja keras dan berdedikasi tinggi dalam penanganan wabah COVID-19.

KH Abdullah Gymnastiar dalam tausiahnya menyampaikan semoga Allah SWT memberi berkah kepada para tenaga kesehatan khususnya perawat dalam berjuang menangani bala bencana covid 19, dan terutama yang gugur semoga menjadi jalan kemuliaan di akherat kelak serta keluarga diberi ketabahan.

- Periklanan -

Disisi lain Ketua MPR Bambang Soesatyo menghimbau rakyat Indonesia untuk menghormati jasa pahlawan kemanusiaan. Jangan sia-siakan pengorbanan mereka, dan cara terbaik dengan menjadikan diri kita sebagai bagian solusi dalam penanganan pandemi COVID-19, dengan mendukung segala upaya untuk memutus rantai penularanan mengikuti protokol kesehatan.

Menteri BUMN sekaligus ketua komite pelaksana penaganan covid 19 dan pemulihan ekonomi nasional Erick Thohir mengatakan para tenaga kesehatan seperti dokter dan perawat akan menjadi orang-orang pertama yang disuntik vaksin covid-19 di Indonesia. Rencananya vaksinasi akan dilakukan paling cepat pada akhir tahun ini atau paling lama awal tahun 2021 mendatang. ini merupakan bagian daripada strategi yang bagaimana kita harus memastikan perlindungan total kepada para perawat yang saat ini berjibaku,” ucapnya.

Selain itu Menteri Koordinator PMK Muhajir Effendy menyatakan perawat menjadi garda terdepan dalam melawan COVID-19. Sebab, perawat kerap berinteraksi langsung dengan pasien selama 24 jam. Peran perawat sangat penting dalam percepatan penanganan melalui upaya promotif dan preventif di masyarakat maupun upaya kuratif kepada pasien di rumah sakit. Untuk itu saya mengapresiasi ujarnya.

Momen mengharukan di saat perwakilan ahli waris perawat yang gugur menyampaikan ungkapan perasaan duka mendalam ketika keluarga mereka meninggal dan jenazah keluarga mereka ditolak untuk dimakamkan. Namun mereka tetap tegar dan tabah. Selain itu mereka mengucapkan terima kasih kepada presiden, tim satgas serta PPNI yang telah memberikan bintang kehormatan, beasiswa serta support yang luar biasa.

Doa perawat bagi negeri turut dihadiri budayawan Taufik Ismail, Pengurus NU dan Pengurus Muhamadiah, Tokoh Agama Kristen protestan,Katolik, Hindu, Budha serta Pengurus PPNI mulai level DPP/DPW/DPD/DPK elemen perawat dan komponen masyarakat lainnya. Demikian penyampaian dari Fajrillah Kolomboy Malonda selaku Ketua DPW PPNI Provinsi Sulawesi Tengah sekaligus Koordinator Wilayah Sulawesi DPP PPNI. (*/ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.