PPLP Sulteng Raih Juara Umum Kedua Kejurnas Dayung

- Periklanan -

Pelatih dayung Sulteng, Wahyu Aristina ((kiri) setelah menerima piala sebagai juara umum kedua yang diserahkan Kadispora Sulteng. Juara umum menjadi milik DKI Jakarta yang diterima langsung pelatih PPLP DKI Jakarta, Qurratul Ayyun (tengah). (Foto: Andi Amal)

PALU– Tim dayung Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulteng berhasil meraih predikat juara umum kedua pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Dayung antar PPLP, PPLP-D dan SKO se Indonesia yang dilaksanakan di Anjungan Nusantara, Teluk Palu, 24-27 Agustus 2017.

Predikat juara umum kedua diraih pedayung PPLP Sulteng dengan mengoleksi 2 emas, 4 perak dan 1perunggu. PPLP Sulteng hanya kalah dari DKI Jakarta yang berhasil meraih 3 emas dan 1 perunggu, dan finis sebagai juara umum.

PPLP Sulteng melejit ke peringkat juara umum kedua setelah pedayung Moh Isra/Supriyadin berhasil merebut medali emas di nomor Cano 2 (C2) 200 m putra dengan catatan waktu 51 detik, 896 sekon. Sehari sebelumnya, PPLP Sulteng merebut medali emas di nomor rowing argometer 1000 m putra atas nama Moh Fauzan.

Selain itu, PPLP Sulteng juga merebut medali 4 perak masing-masing di nomor rowing argometer 1000 m putra atas nama Rizki Daru dan nomor Cano 1 1000 m putra. Rizki Daru juga merebut medali perak di nomor double scull  1000 m putra berpasangan dengan Moh Fauzan.

Wakil Sulteng lainnya, yakni Smanor Tadulako, berada di peringkat 9 dari 18 provinsi dengn mengoleksi 1 emas dan 1 perak. Smanor Sulteng berhasil menempati peringkat kesembilan setelah di final nomor Kayak 1 (K1) Minggu, (27/8) kemarin berhasil merebut medali emas melalui pedayung Randy.

- Periklanan -

Randy berhasil merebut medali emas dengan catatan waktu 55 detik, 275 sekon. Terpaut sangat tipis dengan peraih medali perak dari Papua Gad Stenly Ibo yang mencatat waktu 55 detik, 351 sekon. Medali perunggu di nomor ini diraih PPLP Sulteng, Syahrul Gunawan dengan capaian waktu terbaik, 56 detik, 031 sekon.

Pelatih Dayung PPLP Sulteng  Wahyu Aristina yang dihubungi usai penutupan, mengaku sangat puas dan bangga dengan capaian atletnya yang berhasil menempati peringkat kedua dengan 2 medali emas.

‘’Sebenarnya target awal dari Kadispora hanya 1 medali emas, tapi kita bisa meraih lebih dari itu. Ini semua berkat kerja keras semua tim,  baik atlet, pelatih, pemerintah maupun doa dan dukungan masyarakat Sulteng,’’kata Wahyu Aristini. Pada Kejurnas yang sama tahun depan di Kendari, target minimalnya adalah mempertahankan capaian saat ini.

Ayu,–sapaan akrab Wahyu Aristina  juga menyampaikan bahwa apa yang diraih saat ini belum tujuan akhir. Ini belum berakhir. Ini adalah langkah awa persiapan, karena dua pekan kedepan kita akan menghadapi pesta Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas). Ini merupakan ajang sesungguhnya. Jadi capaian ini sebagai tolak ukur supaya di Popnas nanti  lebih baik lagi,’’ujar Ayu.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sulteng, DR Yunan Lampasio, SE, MSi menutup lomba mewakil Gubernur Sulteng, Drs H Longki Djanggola, MSi.

Menurut Yunan, hasil ini perlu diapresiasi dan patut dibanggakan. Meski demikian, pencapaian atlet PPLP Sulteng maupun Smanor Tadulako Sulteng tidak lepas dari dukungan semua pihak.

‘’Hasil ini berkat dukungan kita semua. Baik atlet, pelatih, pemerintah dan seluruh masyarakat. Terkhusus lagi kepada para orang tua atlet yang terus memberikan dorongan dan motivasi kepada anak-anaknya. Ini luar biasa sehingga patut kita apresiasi,’’kata Yunan Lampasio saat menutup lomba.(mal)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.