Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Postingan di Medsos Dinilai Menistakan Ulama

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Massa FUI Sulteng Tuntut Inul Daratista Minta Maaf

Botol minuman keras yang didapatkan massa aksi di ruang penjaga Inul Vizta. Hal itu makin menyulutkan amarah massa aksi, Jumat (31/3). (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Akibat tersinggung dari pernyataan Inul Daratista di sosial media yang dinilai menistakan Ulama, massa yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) Sulteng melakukan aksi unjuk rasa di depan Inul Vizta, Jalan Ahmad Dahlan, Jumat siang (31/3).

Massa yang dikomandoi Iman ini memaksa masuk ke dalam Inul Vizta. Namun oleh manajemen dan pihak kepolisian yang mengawal aksi, hanya mengizinkan beberapa perwakilan saja yang masuk ke dalam.

Dalam pembicaraan antara perwakilan FUI Sulteng dan pihak manajemen Inul Vizta, FUI Sulteng meminta agar pihak manajemen Inul Vizta bisa menghubungi Inul Daratista, untuk meminta klarifikasi langsung terhadap pernyataannya di media sosial, yang sempat dipostingnya beberapa waktu lalu. “Kami mau dengar langsung Inul mengakui kesalahannya, karena telah menista Ulama. Serta meminta maaf kepada Ulama tersebut,” ucap Ali Firdaus yang menjadi perwakilan FUI kala itu mengawali pembicaraan.

Karena negosiasi yang dilakukan gagal dan tidak bisa terhubung dengan Inul, maka pihak manajemen yang diwakili Manager Inul Vizta PGM, Abdy diminta untuk membuat perjanjian tertulis.

Perjanjian itu berisikan tiga poin yang harus dipatuhi. Pertama, meminta Inul Daratista untuk minta maaf kepada umat Islam dan Ulama karena telah melakukan penghinaan. Kedua, dalam waktu 1×24 jam, Inul harus menyampaikan permohonan maaf tersebut kepada publik. Ketiga, selama permohonan maaf itu belum dilakukan, FUI menyegel Inul Vizta Palu dan Inul Vizta PGM.

Pasca ditandatangani perjanjian antara kedua belah pihak tersebut, FUI mestinya akan beranjak untuk melaksanakan aksi lanjutan di Kantor DPRD Provinsi Sulteng di Jalan Samratulangi. Namun sebelum beranjak dari Inul Vizta, massa aksi mendapatkan botol minuman beralkohol yang berada di dalam ruang penjaga karaoke Inul Vizta. Puluhan botol minuman beralkohol berbagai jenis itu makin memancing emosi massa aksi.

“Kami tidak menjual minuman keras di dalam. Itu (botol minuman, red) bukan milik kami,” sebut Abdy.

Massa yang meragukan penjelasan manajemen Inul Vizta hampir tak terkendali. Mereka ingin merangsek masuk untuk melakukan penggeledahan ke dalam tempat karaoke tersebut.

Untuk saja, beberapa tokoh FUI Sulteng dapat menenangkan massa aksi sehingga tidak memaksa untuk masuk melakukan penggeledahan. FUI Sulteng berharap dengan pengertian mereka seperti itu, juga bisa dapat dimaklumi manajemen Inul Vizta, sehingga mengizinkan untuk melakukan penggeledahan. Jika memang yang disampaikan Abdy selaku Manager Inul Vizta benar bahwa mereka tidak menjual dan mengedarkan minuman keras di dalam tempat karaoke tersebut.

Namun harapan FUI Sulteng untuk melakukan penggeledahan dihalang-halangi oleh pihak manajemen dan kepolisian. Alasannya tidak memiliki izin untuk melakukan penggeledahan. Suasana yang makin panas saat ini juga dihiasi adu argumen antara beberapa tokoh FUI Sulteng dan manajemen Inul Vizta yang tidak mengizinkan untuk melakukan penggeledahan.

Karena seakan diperlambat proses untuk melakukan penggeledahan, FUI Sulteng mengurungkan niatnya tersebut karena menduga bahwa pihak Inul Vizta sudah menyembunyikan barang-barang yang tidak selayaknya diedarkan tersebut.

Massa pun beranjak untuk melaksanakan aksi ke Kantor DPRD Provinsi Sulteng. Namun sebelum beranjak, beberapa orang dari massa aksi menulis dinding kaca Inul Vizta dengan tulisan ‘Disegel Umat Islam’.

Selang beberapa waktu kemudian, Kapolres Palu, Christ R Pusung yang tiba ke lokasi langsung memerintahkan menghapus tulisan di dinding tersebut. (saf)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.