Poso Miliki Wisata Bawah Laut Mandarin Fish Point

- Periklanan -

POSO–Kabupaten Poso ternyata memiliki spot wisata bawah laut Mandarin Fish (shynchiropus splendicus). Fenomena langka yang tidak terdapat di daerah lain itu terdapat di dasar laut Tasiraya kelurahan Madale kecamatan Poso Kota Utara.

Salah seorang Diver yang sedang menyaksikan Mandarin Fish di Laut Madale Poso Kota Utara. (Foto: Budiyanto)

Lokasi tersebut sekarang menjadi salah satu tujuan para diver melakukan penyelaman ingin menyaksikan  mandarin fish di habitat aslinya.

Mandarin fish merupakan ikan dilindungi yang memiliki tubuh tidak terlalu panjang dengan dua sirip punggung. Panjang ikan ini mencapai sekitar 5 cm dan hanya sebesar kuku jari orang dewasa. Mandarin fish memiliki garis-garis warna hijau, jingga, dan kuning, dengan warna biru menyelimuti sekujur tubuhnya.

Jenis ikan ini hidup seperti main ‘petak-umpet’ di antara susunan terumbu karang yang penuh celah, sibuk mencari makan sambil menghindari ikan besar pemangsanya. Ikan yang menjadi ikon pariwisata internasional ini memiliki corak dan warna yang  begitu unik dan menawan, mirip pola batik dengan warna primer, sedangkan beberapa jenis lain berwarna hijau muda dengan motif polkadot. Ada pula yang kombinasi coklat putih sehingga tersamar jika berada di antara karang-karang .

Dedi Bujang, seorang instruktur Guide yang ditemui pada Jumat lalu, saat akan melakukan penyelaman di laut Tasiraya kelurahan Madale, mengatakan mandarin fish merupakan jenis ikan yang susah untuk ditemui. Tapi Poso mempunyai gugusan karang dimana mandarin fish yang berjumlah puluhan tersebut bisa ditemui setiap saat.

- Periklanan -

“Saya sudah melakukan penyelaman di berbagai spot penyelaman dan mandarin fish baru bisa saya saksikan di Poso dan Pulau lembeh Manado. Di pulau Lembeh sendiri ikan ini baru bisa disaksikan pada jam 5 dan 6 sore. Itupun hanya 1 hingga 2 ekor saja. Tapi di Poso bisa disaksikan kapan saja, mulai pagi hingga sore hari dengan jumlah puluhan ekor,” jelasnya.

Dedi memastikan Togean, Raja Ampat, Donggala, Wakatobi dan banyak spot penyelaman lain tidak mempunyai habitat mandarin fish di lokasi mereka.

“Menurut informasi dari teman teman diver, ikan ini juga banyak terdapat di Thailand,” ungkapnya.

Dedi menyebut, proses pertemuan dengan mandarin fish di lokasi penyelaman Tasiraya berlangsung tanpa disengaja. Dirinya menemukan habitat ikan langka ini ketika sedang melakukan training kepada penyelam yang akan mengambil sertifikasi selamnnya.

“Ini merupakan anugrah Tuhan kepada kabupaten Poso yang harus kita jaga dan lestarikan. Suatu saat Poso pasti akan dipenuhi penyelam dari selurruh dunia yang akan datang menyaksikan keindahan ikan tersebut. Saya sudah banyak membawa tamu penyelam ke Poso khususnya ke Tasiraya dan mereka sangat kagum dan gembira dengan lokasi spot penyelaman yang ketika membuka pintu kamar cottage sudah langsung disuguhi dengan spot penyelaman,” yakinnya.

Lokasi habitat mandarin fish Tasiraya kini dinamai Mandarin Fish Point. (bud)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.