alexametrics Poso Energy Bayar Ganti Rugi Ternak Mati Milik Warga Pamona – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Poso Energy Bayar Ganti Rugi Ternak Mati Milik Warga Pamona

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

POSO- Sebanyak 61 orang warga dari sejumlah desa dilingkar danau Poso, diantaranya desa Tokilo dan desa Tindoli kecamatan Pamona Tenggara kabupaten Poso, menerima pembayaran ganti rugi ternak kerbau dan sapi yang mati terendam air danau dari PT Poso Energy, Selasa (14/12). Jumlah total ternak yang mati dan diganti rugi ada sebanyak 110 ekor terdiri dari 94 ekor kerbau dan 16 ekor sapi yang dibayar tunai ganti ruginya. Pembayaran ganti rugi ternak yang berlangsung di Baruga Kantor Desa Tokilo tersebut disaksikan Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkab Poso, Mahmudin Jamal MM, selaku sekertaris tim mediasi pemkab, Plt Asisten III Bidang Administrasi dan Kepegawaian Yusak Mentara, Kadis Pertanian Suratno, Kabag Ekon Setkab Amos Monsolu, dan Kabag Hukum Eske Sinora, masing-masing sebagai anggota tim mediasi Pemkab. “Penyelesaian ganti rugi ternak hari ini merupakan hasil dari upaya mediasi damai yang dilakukan tim mediasi pemerintah kabupaten dalam dua pekan terakhir. Pemkab sangat bersyukur karena semua berjalan dengan baik,” kata Sekertaris tim mediasi pemkab untuk percepatan penyelesaian masalah danau dan sungai Poso antara warga adat danau dan Poso Energy, Mahmudin Jamal, saat sambutan. Dia berharap pasca penyelesaian ganti rugi tidak ada lagi masalah yang muncul ditengah warga.
Kepala Desa (Kades) Tokilo, Hertian Tangkua, menyampaikan terimakasih kepada pihak PT Poso Energy yang telah membayar lunas secara tunai ganti rugi ternak sapi dan kerbau yang telah mati. “Hari ini, apa yang kita perjuangkan sejak tahun 2020 soal ganti rugi ternak kita yang mati sudah diselesaikan perusahaan. Tentunya kami sangat bersyukur pada Tuhan dan berterimakasih kepada PT Poso Energy,” ungkapnya di hadapan tim mediasi pemkab, perwakilan PT Poso Energy, dan warga penerima ganti rugi. Kepada warga penerima ganti rugi, Kades Hertian mengingatkan bahwa jumlah ternak yang mati dan nilai ganti rugi yang dibayarkan merupakan putusan yang sudah di sepekati bersama antara pemilik ternak dan perusahaan. “Artinya data jumlah ternak sapi dan kerbau yang diganti rugi ini sudah final. Tidak ada lagi tambahan. Jadi saya tekankan jangan ada lagi warga yang mencoba memasukan data ternak baru untuk minta ganti rugi,” jelas dia. Selain punya warga desa Tokilo dan desa Tindoli, diantara 110 ternak yang mati dan diganti rugi juga ada yang milik warga desa lain, termasuk warga dari desa Tolambo dan Kelurahan Tentena.
Nilai pembayaran uang ganti rugi ternak warga yang mati oleh Poso Energy bervariasi. Berdasar kesepakatan yang ada, nilai pembayaran disesuaikan dengan kategori ternak yang mati. “Untuk nilai ganti rigi kerbau itu ada tiga kategori. Kerbau kategori induk itu 6 juta per ekor, kerbau dewasa 5 juta per ekor, dan kerbau kategori anakan itu 3,5 juta per ekor,” bilang Kades. “Kalau sapi beda lagi. Untuk kategori induk 5 juta, dan kategori anakan 2,5 juta,” tambahnya merinci.
Selain mengucapkan terima kasih, Kades Tokilo Hertian juga menyuarakan usulan agar Poso Energy membangun tanggul pembataa danau diwilayah desanya. Hal itu dimaksudkan agar ternak warga tidak lagi bisa menyeberang masuk diwilayah danau. “Demi kebaikan kita semua,” ucapnya.
Sementara itu, Koordinator CSR Poso Energy, Agus Syamsi, menuturkan jika pembayaran ganti rugi ternak dilakukan untuk menyelesaikan masalah tuntutan warga yang kerbau atau sapinya mati terendam air danau. Dengan sudah di bayarnya ganti rugi diharapkan tidak akan ada lagi gejolak di tengah masyarakat. “Kami datang untuk menuntaskan masalah yang ada terkait ternak warga yang mati,” tukasnya. Pembayaran ganti rugi disebut Agus sebagai penyelesaian jangka pendek, dimana akan dibuat lagi penyelesaian jangka panjang pada tahun 2022 mendatang. Jenis penyelesaian jangka panjangnya seperti apa, baru akan dirumuskan pihak peruaahaan bersama warga dan pemkab Poso. Terlihat, sebelum ganti rugi dibayarkan, warga diharuskan terlebih dahulu menandatangani surat pernyataan dan kwitansi pembayaran.
Apa respon warga pemilik ternak mati atas ganti rugi yang di berikan Poso Energy? Y. Pumbaila, salah seorang penerima ganti rugi menyampaikan terima kasih karena yang dituntutnya selama setahun ini dapat terealisasi. “Terima kasih sudah mengganti rugi kerbau aaya yang mati,” jelasnya. Y Pumbalia mengaku telah menerima pembayaran ganti rugi sebesar Rp 3.500.000 untuk satu ekor anakan kerbau miliknya yang mati. (bud)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.