alexametrics Poso Energi Telah Polisikan Pembakaran Aset Perusahaan – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Poso Energi Telah Polisikan Pembakaran Aset Perusahaan

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

POSO – PT Poso Energi menyatakan telah melaporkan kasus pengrusakan dan pembakaran sejumlah aset perusahaan di daerah aliran sungai (DAS) desa Petirodongi kecamatan Pamona Utara pada Kamis dinihari (2/12) kepada pihak kepolisian.
Perusahaan yang menggarap mega proyek PLTA Poso milik PT Bukaka Grup di desa Sulewana ini berharap polisi mampu menangani kasus tersebut secara profesional dan bisa mengungkap serta menangkap para pelakunya.
Dimana pada aksi anarkis dimalam hari itu satu unit excavator, 1 bangunan pos jaga (scurity), dan beberapa aset lain hangus dibakar massa.
“Karena sudah menyangkut perbuatan tindak pidana, maka kami dari perusahaan menyerahkan penanganannya secara penuh pada kepolisian,” jelas, Albert A Sinay SH, kuasa hukum PT Poso Energi, pada wartawan, kemarin.
Albert yang di dampingi Kadiv Humas PT Poso Energi, Muh Syafri, mengatakan jika pihaknya belum tahu dan tidak mau berspekulasi soal siapa pelaku dan atau dalang dari peristiwa pembakaran aset perusahaannya.
“Polisi sedang bekerja melakukan penyelidikan. Kita menunggu saja hasilnya,” tukas dia.
Terkait beredarnya informasi dimasyarakat yang menyebut kalau pemicu aksi anarkis sekelompok massa membakar aset perusahaan karena ada sekuriti perusahaan yang membawa parang dan mengancam keselamatan warga serta adanya pembongkaran dua pagar sogili oleh perusahaan, di bantah Albert. “Tidak benar. Tidak ada sekuriti kami yang menenteng parang dan mengancam warga,” tandasnya. “Untuk pagar sogili yang dihilangkan di wilayah Petirodongi bisa dipastikan dari data dan titik koordinat itu masuk dalam wilayah atau area yang sudah dibebaskan perusahaan. Bila ada statemen warga yang mengaku belum dibayar itu pendapat mereka. Tapi kalau dari kami sudah ada bukti titik koordinat pembebasan lokasi,” tekan Albert.
Pembebasan lokasi pagar sogili yang diklaim warga sebagai pemicu aksi ini dilakukan Poso Energi sudah sekitar dua tahun lalu. Pembebasan lokasi dilakukan perusahaan dengan membayar uang kompensasi pagar sogili yang disepakati.
“Karena sudah dilakukan pembayaran maka perusahaan berhak untuk membongkar, termasuk pagar sogili yang ada dibawah jembatan petrokah antara perbatasan Kelurahan Tendea dan Kelurahan Petirodongi. Jadi, perusahaan tidak membongkar pagar sogili warga, karena itu sudah milik perusahaan,” tegasnya.
Muh Syafri, Kadiv Humas PT Poso Energi menambahkan, lokasi pagar sogili Tendeadongi sudah dibayar dan di bebaskan perusahaan tahun 2018. Tapi tahun 2021 warga kembali membuat pagar sogili baru dan minta ganti rugi lagi. “Sebelum ada pagar sogili baru, sudah ada pagar sogili lama yang kami bebaskan dan bongkar. Secara hukum lokasi itu sudah menjadi hak kami untuk digunakan. Karena saat pembebasan dulu warga dan perusahaan sudah bersepakat bahwa tidak boleh lagi warga membangun pagar sogili baru di lokasi titik kordinat yang sudah dibebaskan,” terang Syafri.
Saat ini pihak PT Poso Energi telah menyerahkan peristiwa pembakaran fasilitas perusahaan yang terjadi sekitar pukul 02.00 wita Kamis dinihari (2/12) tersebut ke pihak kepolisian. Akibat kejadian anarkis warga ini perusahaan mengalami kerugian antara 300 juta hingga 400 juta rupiah. “Kami tidak mau berspekulasi atau menduga siapa pelaku dan dalangnya. Termasuk apakah aksi anarkis pada malam itu ada hubungannya dengan aksi-aksi protes sebelumnya, kami juga tidak ingin menduga-duga. Biarlah polisi bekerja dan kita tunggu saja hasilnya,” demikian Syafri dan Albert menutup keterangannya. (bud)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.