Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Polres Tolitoli Sita Sabu Senilai Rp10 Miliar

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Kapolres Tolitoli M Iqbal didampingi Wakapolres Sugeng Lestari dan Kasat Res Narkoba Besrom Purba saat memperlihatkan barang bukti tangkapan narkoba jenis Sabu-sabu, Jumat (16/6). (Foto: Yuslih Anwar)

TOLITOLI – Dua orang tersangka yang diduga menguasai 5,1 Kilogram Narkoba jenis sabu-sabu, Jumat sekitar pukul 03.50 dini hari kemarin dilumpuhkan dengan timah panas oleh tim gabungan Sat Res Narkoba Polres Tolitoli dan Direktorat Narkoba Polda Sulteng saat berupaya kabur ketika dibekuk.

Kapolres Tolitoli AKBP M Iqbal M Alqudusi.SH.SIK menerangkan, kronologis penangkapan tersebut bermula dari informasi Direktorat Narkoba Polda Sulteng via telepon terkait pergerakan aktifitas peredaran Narkoba antar pulau yang secara kebetulan masuk dalam wilayah hukum Polres Tolitoli.

“Informasi awalnya, paket dikirim menggunakan kapal perintis yakni KM Sumber 88 yang berangkat dari pelabuhan Tarakan Kalimantan Utara, berangkat sejak tanggal 15 Juni dan akan tiba di Pelabuhan Tolitoli hari ini,” Jelas Kapolres.

Alhasil dari pengembangan informasi tersebut, melalui penangkapan yang dipimpin langsung Kapolres Tolitoli AKBP M Iqbal Alqudusi serta Dir Narkoba Polda Sulteng AKBP Hari Sarwono tersebut, Polisi berhasil membekuk dua orang pelaku, yakni Yan Andris Walandow (33)  warga jalan Miangas Kota Palu yang berperan sebagai penjemput barang dan Syafruddin (21) warga Desa Tampiala Kecamatan Dampal Selatan yang merupakan ABK kapal  berperan sebagai orang yang membawa barang tersebut dari Tarakan menuju Tolitoli.

Kapolres juga menerangkan, sekitar satu jam sebelum dilakukan penangkapan, petugasnya telah melakukan pengawasan di sekitar pelabuhan sebelum KM Sumber Cahaya 88 merapat ke pelabuhan Tolitoli. Setelah kapal merapat kemudian ciri-ciri orang yang menjadi target penangkapan akhirnya turun dari kapal dengan membawa sebuah kardus. Saat itulah petugas langsung menangkap pelaku dan melumpuhkan dengan timah panas pada bagian betisnya karena berusaha kabur.

“Inisial YA ini kita kenali berdasarkan pakaian yang digunakan, terpaksa  dilumpuhkan karena berusaha kabur. Di TKP barang bukti kami bongkar, dan benar isinya adalah Narkoba jenis sabu, sudah kami lakukan uji Lab,” jelas Kapolres.

Dari pengakuan Yan Andris alias YN, polisi mendapatkan keterangan, barang haram tersebut diambil dari tangan seorang ABK bernama Syafruddin. Polisi pun kemudian memasuki kapal dan kembali menghadiahi Syafruddin dengan timah panas pada bagian paha dekat lutut kaki  kiri dan kanannya serta tembakan pada bagian dada sebelah kiri, karena pelaku juga berusaha kabur saat akan ditangkap.

“Sama, tersangka juga berusaha kabur, sehingga petugas harus melumpuhkannya,” terang Kapolres kepada wartawan.

Mantan Kasubdit Regident Ditlantas Polda Sulteng menerangkan, setelah ditangkap, Syafruddin mengaku, ia tidak mengetahui jika isi barang yang dititipkan padanya tersebut adalah sabu-sabu. Kepada Polisi ia menjelaskan, hanya menerima titipan pengiriman barang dari seseorang saat kapal tempatnya bekerja akan bertolak dari pelabuhan Tarakan menuju Tolitoli. Atas jasa pengiriman tersebut ia mengaku mendapatkan upah sebesar Rp100.000.

Kedua tersangka saat ini, sedang menjalani perawatan secara intensif di RSU Mokopido. Yan Andris dirawat intensif diruang ICU dalam kondisi kritis akibat timah panas yang bersarang pada dada bagian kiri. Sementara Syafruddin dirawat diruang teratai.

Keduanya dijaga ketat aparat kepolisian. Bahkan saat sejumlah wartawan yang coba mengambil gambar kondisi kedua pelaku, tidak diperbolehkan oleh aparat kepolisian yang melakukan penjagaan di rumah sakit.

“Maaf pak, pesan atasan kami, tidak boleh diambil gambar. Begitu juga menemui tersangka.  Maaf ya pak, kami hanya menjalankan perintah,” jawab Bripda Yusuf saat menemui wartawan yang coba melihat pelaku. Sementara dari hasil penangkapan tersebut, polisi juga berhasil menyita barang bukti berupa 5,1 Kilogram sabu-sabu, 3 buah handpone berbagai merk serta uang tunai sebesar Rp. 1.055.000.

Kasus ini menurut Kapolres sedang dalam pengembangan. Pihaknya masih mengembangkan penyidikan guna menjaring kemungkinan besar adanya tersangka lain. Untuk sementara kedua tersangka dapat dipersangkakan sebagai orang yang memiliki atau menguasai dan mengedarkan Narkotika jenis sabu-sabu lebih dari 5 Kilogram sebagaimana dimaksud dalam pasal 112 ayat 2 sub Pasal 114 dan 115 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.” Ancaman hukumannya, hukuman mati,” singkat Kapolres.

Jika diuangkan sabu-sabu senilai 5,10 kilogram tersebut, bisa mencapai Rp5 miliar lebih. Tangkapan Polres Tolitoli ini sendiri, merupakan tangkapan dengan jumlah barang bukti terbesar se Indonesia Timur. (yus)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.