Polisi Ungkap Pelaku Kejahatan Pecahkan Kaca Mobil

- Periklanan -

Wajah Pelaku yang terekam CCTV saat melakukan aksinya di jalan Haji Hayun, pada tanggal 8 Juni 2017. (Foto: Istimewa)

PALU Salah seorang pelaku pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil yang terjadi di jalan Haji Hayun, tepatnya di depan toko audio workshop Palu pada tanggal 8 Juni 2017 sekitar pukul 20.00 Wita dengan berhasil membawa lari uang sebesar Rp135 juta, bernama Muh Anedi, akhirnya tertangkap. Pelaku  ditangkap di Kelurahan Tondo dan telah diamankan di Polda Sulteng.

Kejadian itu terungkap berkat kepiawaian polisi. Saat mendapatkan laporan, pihak kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan. Setelah mengumpulkan sejumlah bukti-bukti lapangan, termasuk mengambil video rekaman CCTV dari toko tersebut, Polisi melakukan analisa gambar untuk mengetahui ciri pelaku.

- Periklanan -

Pada tanggal 10 Juni 2017, tim melakukan penyelidikan dan melakukan koordinasi kepada pihak Samsat untuk mengetahui sebuah sepeda motor yang digunakan pelaku. Kemudian Polisi mendapatkan titik terang adanya nama dan alamat pemilik sepeda motor yang digunakan oleh salah satu terduga pelaku.

Setelah Polisi melakukan koordinasi dengan jaringan terkait foto hasil analisa terduga pelaku, dan mendapatkan info adanya foto yang diketahui sebagai salah satu terduga pelaku di salah satu kos di daerah Tondo, Polisi pun langsung melakukan penggerebekan dan berhasil membekuk Muh Anedi.

Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hari Suprapto mengatakan, adapun barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku, berupa Uang Rp880 ribu, mata uang arab  1 real, mata uang china 35 yuan, mata uang singapura 5 dollar, mata uang hongkong  170 dollar, 1 unit laptop merk toshiba hitam 14 inc, 2 unit  android Samsung warna putih, 2 unit HP Oppo putih, 1 unit HP Samsung lipat warna hitam, 1 unit Samsung lipat warna biru, 5 buku tabungan BRI, 1 buku nikah, 1 kartu keluarga, 1 BPKB dengan pemilik Salmah H Sainumi, STNK atas nama Salmah, STNK nama Rahmah, 2 ATM BRI, 1 kartu kredit matahari, 1 dompet, 1 KTP atas nama Muh Hanidi, 1 helm hitam, 1 sajam jenis badik, 1 rangsel coklat, 1 tas hitam, 17 lembar kwitansi pembayaran motor, 1 lembar nota pembelian emas, 2 unit flash disk, dan 1 pasang sandal.

Muh Anedi juga diinterogasi dan Polisi mendapatkan nama lainnya untuk dikembangkan. Nama yang masih dirahasiakan itu, disebut sebagai eksekutor dan rekan kerja Muh Anedi. Selain itu, pelaku juga mengaku mendapat bagian Rp70 juta atas aksinya tersebut. ‚ÄúSaat ini pelaku lain masih dalam target operasi dan terus ditelusuri,‚ÄĚ tandasnya.(cr3)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.