Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Polisi Reka Ulang Kasus Penganiayaan di Luwuk

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Penyidik satreskrim polres Banggai gelar rekonstruksi atau reka ulang kasus penganiayaan hingga mengakibatkan kematian terhadap Nurcholis Saputra Dayanun, pemuda asal Kelurahan Jole, Kecamatan Luwuk Selatan. (Foto:ist)

LUWUK–Setelah dua minggu pasca penganiayaan hingga mengakibatkan kematian seorang pemuda asal Kelurahan Jole, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, akhirnya tim penyidik Satreskrim Polres Banggai, Senin (4/9) lalu mengelar reka ulang kasus Nurcholis Saputra Dayanun.

Sebanyak 25 adegan yang diperagakan oleh 7 pelaku penganiayaan masing-masing berinsial MPR (19), AV (20), BA (22), HH (31), AS (19), AB (16) dan HP (17).

Seharusnya lokasi pertama dilaksanakan rekonstruksi di Kelurahan Jole, Kecamatan Luwuk Selatan, namun demi keamanan para pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka, pihak satreskrim polres Banggai memilih kelurahan Soho, Kecamatan Luwuk, menjadi lokasi pertama kejadian. Yang selanjutnya menuju lokasi utama penganiayaan secara bersama-sama yang dilakukan oleh tersangka.

Kasat Reskrim Polres Banggai, AKP Rizki Pratama W.P SIK kepada Radar Sulteng, di ruang kerjanya, Selasa (5/9) kemarin membenarkan rekonstruksi tersebut. Menurut dia, ada 25 adegan yang diperagakan ke 7 tersangka.

“Yang benar itu 25 adegan reka ulang kasus penganiayaan terhadap korban Nurcholis,” katanya.

Lebih jauh Rizki mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan tim penyidik satreskrim polres Banggai terhadap para tersangka, mereka mengaku telah melakukan tindak pidana penganiayaan hingga menyebabkan kematian terhadap Nurcholis yang bermula dari perdebatan dan perkelahian, yang terjadi di Kelurahan Jole, kecamatan Luwuk Selatan. Dimana kala itu, korban dalam keadaan mabuk dan bertengkar dengan beberapa tersangka hingga berlanjut di halaman kantor eks kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah, Kelurahan Mangkio, Kecamatan Luwuk.

“Awal mula pertengkaran terjadi di Kelurahan Jole, Kecamatan Luwuk Selatan dan berlanjut hingga di kelurahan Mangkio, kecamatan Luwuk,” katanya.

Ketika ditanyakan penyebab pertengkaran, Rizki mengatakan, korban dan para tersangka sudah mengkonsumsi minuman keras. “Penyebabnya pertengkaran hingga terjadi penganiayaan adalah minuman keras,” tegasnya.

Kini ke-7 pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu, harus mendekam dibalik teruli besi polres Banggai sambil menunggu proses lanjut ke kursi pesakitan Pengadilan Negeri Luwuk.(stv)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.