Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Polisi Masih “Rahasiakan” Motif Pembunuhan Anak Nugi

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

POSO – Setelah 6 bulan lamanya dilakukan penyidikan akhirnya aparat kepolisian Polres Poso berhasil mengungkap misteri pelaku pembunuh terhadap anak usia 2 tahun bernama Nugi Rantolala.
Polres Poso kemudian menangkap GN (45), warga Desa Tiu Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso, Jumat (14/10) lalu.
GN ditangkap karena diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan anak Nugi pada 27 Maret 2021 silam.

Namun hingga kini pihak Polres Poso belum membeberkan atau terkesan masih merahasiakan ke publik apa motif sehingga pelaku yang disebut-sebut masih keluarga dekat korban atau paman dari korban sendiri.
Belum terungkapnya motif pembunuhan sang paman kepada keponakannya itu menjadi pertanyaan sejumlah warga khususnya warga di Kabupaten Poso.

Salah seorang warga Poso mengatakan, motif pembunuhan terhadap anak Nugi oleh pamannya sendiri harusnya dibeberkan pihak kepolisian kepada publik, sehingga masyarakat tidak bertanya-tanya dan memberikan spekulasi sendiri tanpa ada kejelasan dari pihak kepolisian.

“Sampai sekarang warga masih bertanya-tanya. Malah banyak beredar informasi ada dugaan pamannya memiliki kelainan seksual terhadap anak,” ujar warga Pamona yang minta tidak menyebutkan identitasnya.

Masih menurut sumber, identitas pelaku dan saat penangkapan sudah tersebar di Media Sosial, sehingga warga kaget kalau ternyata pelakunya adalah orang yang juga sering datang di wilayah mereka. “Orangnya itu (Pelaku) sering datang acara padungku di rumah dan beberapa rumah keluarga di Tentena dan sekitarnya. Makanya kami kaget dan bertanya-tanya apa sebenarnya motifnya,” katanya lagi.

Selain informasi soal dugaan kelainan seks pelaku, sehingga tega membunuh korban anak-anak yang belum mengerti apa-apa, informasi yang beredar di masyarakat menduga polisi akhirnya mengetahui pelaku melakukan kejahatan seksual terhadap korban, karena ada informasi beredar, saat dilakukan pemeriksaan di fisik dan pakaian korban ditemukan sperma dan ada ciri-ciri pelecehan seksual terhadap korban.

Kata sumber, karena dilakukan pemeriksaan tim forensik ditemukan ada sperma di pakaian korban. Berdasarkan itu dilakukan pemeriksaan DNA yang cocok dengan DNA pelaku, sehingga atas dasar itulah pelaku terungkap sebagai pelaku pembunuhan anak Nugi. “Yang ramai berkembang motif pelaku membunuh korban karena pelaku ada kelainan seksual. Tapi kan itu belum jelas, karena polisi belum memberikan penjelasan apa motif sehingga pelaku tega membunuh korban,” pungkasnya.

Sementara Kapolres Poso, AKBP Rentrix Ryaldi Yusuf, yang coba dikonfirmasi Radar Sulteng via telepon dan pesan WhatsApp (WA) belum memberikan respons. Saat dikirimi pesan mempertanyakan apa motif pelaku menghabisi nyawa anak Nugi, pada pesan WA hanya tercentang dua dan belum ada balasan. Begitupun saat disusul dengan telepon juga belum dijawab.

Kasat Reskrim Polres Poso, Iptu Dicky Surbakti dikonfirmasi hal yang sama juga belum memberi respons.
Catatan Radar Sulteng Polres Poso adalah polres yang paling sulit dilakukan konfirmasi pemberitaan. Sebelum-sebelumnya juga saat Radar Sulteng mengkonfirmasi beberapa peristiwa yang terjadi di wilayah hukum Polres Poso seperti kejadian pembunuhan di lokasi tambang emas ilegal Dongi-Dongi, unjukrasa warga yang menuntut ganti rugi tempat penangkapan ikan warga hingga memblokade jalan juga tidak direspons pihak Polres Poso.

Seperti diberitakan sebelumnya, pelaku GN ditangkap tanpa perlawanan dirumahnya, di desa Tiu Pamona Tenggara. Penangkapan dilakukan setelah penyidik menemukan alat bukti yang cukup dalam proses penyelidikan dan penyidikan.
“Sesuai hasil penyelidikan dan penyidikan dan barang bukti serta petunjuk yang ada, maka ditetapkan satu orang tersangka laki-laki inisial GN sebagai pelaku pembunuhan bocah Nugi pada Maret lalu,” kata AKBP Rentrix, pada wartawan kala itu.

Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Polsek Pamona Selatan dan Reskrim Polres Poso yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Dicky A Surbakti. GN dan korban Nugi bukan orang lain. Keduanya masih punya hubungan sebagai keluarga dekat. Dimana GN merupakan paman dari Nugi.

Terkait motif GN tega membunuh Nugi, Kapolres belum mengungkapnya. “Sedang kami lalukan pemeriksaan pada tersangka. Nanti akan kami sampaikan selsnjutnya soal motif tersangka melakukan pembunuhan kepada korban,” ujar perwira dua melati di pundak ini. “Penyidik juga akan memeriksa kembali saksi-saksi dan akan melakukan rekontruksi. Perkembangan lebih lanjut kami akan sampaikan kembali,” tambah Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Dicky A Surbakti.

Sebagaimana diketahui, Nugi Rantaola, anak 2 tahun, warga Desa Tolambo kecamatan Pamona Tenggara kabupaten Poso ditemukan tewas di sebuah lokasi perkebunan warga pada, Minggu (11/4). Nugi didapat sudah tak bernyawa setelah dinyatakan hilang selama seminggu atau sejak Sabtu (27/3). (ron)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.