Polisi Juga Diserang dengan Bom Lontong

- Periklanan -

PARIMO – Evakuasi terhadap korban pembunuhan sadis dengan cara dimutilasi di wilayah Sausu Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) berujung tertembaknya dua orang anggota Polri oleh kelompok yang disebut-sebut kelompok MIT Poso.

Keduanya diketahui Resmob Satgas 3 Tinombala, Bripka Andrew Maha Putra dan Sat Intelkam Res Parimo, Bripda Baso, mereka mengalami luka tembak di sejumlah bagian tubuh. Sebelum dilarikan ke RS Anuntaloko Parigi, mereka (korban) mendapat perawatan di puskesmas terdekat di Kecamatan Sausu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, pada pukul 09.00 Wita, Senin (31/12) saat pasukan gabungan hendak membawa jasad korban berinisial A ke arah perkampungan, kurang lebih satu kilometer dari TKP, tiba-tiba mereka diduga ditembaki oleh kelompok MIT Poso pimpinan Alikalora. Tim gabungan tersebut mendapat empat kali tembakan ketika melintas di pantai kapal, Dusun Salubose. Dua tembakan mengenai Bripda Baso.

Pada saat melintas di Panta Kapal Dusun Salubose, Bripda Baso melihat ranting pohon yang disusun berjejer di tengah jalan dan adanya ranting besar yang melintang di tengah jalan. Saat itu Bripda Baso yang berboncengan dengan Bripka Andrew akan membersihkan ranting tersebut, agar kendaraan yang digunakannya bisa melewati jalan.

Namun setelah Bripda Baso turun dari kendaraan langsung ditembak dari arah belakang kiri dari posisi ketinggian dan mengenai bahu sebelah kiri dan bagian pantat korban.

Kemudian, Bripka Andrew yang saat itu masih di atas kendaraan langsung memberikan tembakan balasan. Namun Bripka Andrew sudah terkena tembak terlebih dahulu di bagian punggung sebelah kiri atas, dan punggung sebelah kanan.

Kaki kanan Bripka Andrew juga mengalami patah tulang. Tetapi belum diketahui patah tulang kaki kanan tersebut apakah terkena tembakan atau bom lontong yang di lempar oleh kelompok DPO MIT Poso.

Tim yang berada di belakang langsung memberikan tembakan balasan ke arah punggung gunung dan lereng gunung guna mengamankan TKP kontak tembak agar tim bisa mengevakuasi rekannya yang tertembak.

Setelah kurang lebih selama 30 menit bertahan di lokasi kontak tembak dengan memberikan tembakan perlawanan, tim akhirnya berhasil mengevakuasi dua rekan yang terkena tembakan. Selanjutnya langsung menuju puskesmas Sausu.

Pantauan koran ini di RS Anuntaloko Parigi, dua anggota Polri tersebut dibawa menggunakan dua mobil ambulance. Tampak Wakapolres Parimo Kompol I Ketut Tadius dan rekan sesama anggota polisi menjenguk kedua korban.

- Periklanan -

Korban pertama Bripka Andrew tiba di RS Anuntaloko Parigi pada pukul 10.15 Wita dibawa menggunakan mobil ambulance puskesmas Sausu. Sedangkan korban kedua, Bripda Baso tiba dengan mobil ambulance Puskesmas Balinggi, pukul 11.00 Wita di IGD RS Anuntaloko Parigi.

“Yang pertama diantar tadi (kemarin) nama Andre,”ujar salah seorang petugas di IGD RS Anuntaloko Parigi.

Sementara, Kapolres Parimo AKBP Zulham Efendi Lubis SIK yang dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut belum memberikan komentar apapun.

Sebelumnya, Warga Dusun Salubose, Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parimo, dihebohkan dengan penemuan potongan kepala manusia, Sabtu (30/12).

Potongan kepala tersebut ditemukan pukul 12.00 Wita di dusun I Salubose, Desa Salubanga, Kecamatan Sausu. Diduga kepala tersebut adalah salah seorang warga berinisial A (30) yang belakangan diketahui berprofesi sebagai penambang emas di pegunungan Sausu.

Jasad Korban Pembunuhan Dievakuasi

Jasad korban A yang merupakan penambang emas di pegunungan Sausu tersebut akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim gabungan, dalam kantong mayat dibawa menuju RS Anuntaloko menggunakan mobil patroli polisi, pukul 12.15 Wita.

Korban A terakhir kali dilihat pada pagi hari sempat sarapan di salah satu warung di perkampungan. Ia juga diketahui sudah menetap kurang lebih lima tahun di Sausu.

Dalam proses evakuasi, untuk menembus TKP petugas gabungan membutuhkan waktu kurang lebih dua jam dengan menggunakan beberapa unit kendaraan roda empat dan roda dua dari Polsek Sausu.

Proses evakuasi korban dilakukan sejak, Sabtu (30/12) pada pukul 18.00 Wita.
Sementara Wakapolda Sulteng Kombes Polisi Setyo Boedi Moempoeni Harso yang dikonfirmasi di Polda Sulteng, Senin (31/12), pagi mengatakan, pihaknya belum bisa banyak memberikan penjelasan, karena anggota Polres Parimo masih melakukan evakuasi anggota Polri yang terluka terkena tembakan. “Untuk pelaku penembakan terhadap anggota Polri masih kami selidiki,” pungkasnya. (iwn/ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.