Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Polisi Hentikan Tambang PT MGIM di Betalemba Poso

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anggota Reskrim Polres Poso saat berada di lokasi tambang PT MGIM di Sungai Desa Betalemba Kecamatan Poso Pesisir Selatan. (Foto: Budiyanto Wiharto)

POSO – Satuan Reskrim Polres Poso menghentikan sementara aktifitas tambang galian C (pasir-batu/Sirtu) milik PT Multi Graha Istika Makmur (MGIM) di sungai Puna desa Betalemba kecamatan Poso Pesisir kabupaten Poso.

Tak cuma menghentikan aktifitasnya, polisi juga melakukan tindakan penyelidikan sebagai tindak lanjut adanya laporan tentang dugaan perusahaan melakukan produksi tanpa izin. Polisi berujar, penghentian sementara aktifitas tambang PT MGIM dilakukan sebagai bentuk sikap adil dan tidak tebang pilih polisi setelah sebelumnya melakukan tindakan yang sama terhadap PT Surya Bakti Cemerlang (SBC) yang mengolah galian C di Sungai Meko kecamatan Pamona Barat. PT SBC juga dilaporkan beroperasi produksi diduga tanpa izin.

Pantauan Radar Sulteng, tiba di lokasi tambang PT MGIM desa Betalemba langsung melakukan penyelidikan keseluruh bagian ruangan dan termasuk mengambil sample seluruh material galian C yang diduga di produksi di tempat tersebut.

Kepala Bagian Operasi Polres Poso Ipda Muhammad Rizka membenarkan telah meminta PT MGIM menghentikan sementara usaha produksi material galian C yang yang dilakukan. Perintah menghentikan, karena diduga kuat perusahaan belum memiliki ijin usaha produksi. Izin yang dikantongi PT MGIM selama ini baru izin eksplorasi dan bukan izin usaha produksi.

“Kami (Polres) telah melakukan penyelidikan secara menyeluruh, termasuk memintai keterangan kepada pihak pemilik serta para karyawan yang  ada dan mengakui kalau izin yang mereka miliki masih eksplorasi. Sehingga saya harus bertindak adil menghentikan sementara semua perusahaan yang belum mengantongi izin produksi  namun telah melakukan produksi,” jelas Muhammad Rizka.

Dijelaskannya, perusahaan PT MGIM memang mengangkut material tambang galian C dari lokasi legal yang sudah memiliki izin. Namun seluruh material tersebut tetap diangkut dan ditampung untuk di produksi menjadi krikil dan pasir sebelum di distribusikan ke proyek. “Aktifitas usaha produksi tambang galian C baik yang ada di PT SBC Meko dan PT MGIM memiliki kesamaan, dimana keduanya sama-sama tidak memiliki izin usaha untuk produksi material galian C,” tandas KBO Reskrim.

Tugas polisi, lanjutnya, adalah memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat dengan adil, tidak harus tebang pilih. “Kalau memang mereka melakukan aktifitas tidak sesuai dengan aturan yang berlaku, maka kami harus hentikan sementara, sambil menunggu pengurusan izin produksi mereka selesai,” tekannya.

Pihak kepolisian pun mengakui jika penutupan sementara sejumlah perusahaan tambang galian C yang ada di Poso secara tidak langsung berdampak kepada terhambatnya sejumlah proyek pembangunan infrastruktur baik berasal dari anggaran daerah ataupun dari pusat yang tersebar dalam kota hingga pelosok desa. “Tapi bagaimanapun alasan aturan harus ditegakkan,” tukasnya.

Muhamad Rezka mengimbau, agar para pengusaha atau kontraktor yang sedang mengerjakan proyek untuk mengambil material galian C dari perusahaan tambang yang telah mengantongi izin produksi di Poso. Ada tiga perusahaan tambang di Poso yang sudah mengantongi izin produksi. Yaitu PT Tunggal Mandiri Jaya (TMJ), PT Betalemba Mining, PT Tri Garden, dan PT Bimo Sakti. (bud)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.