Polisi Gagalkan Transaksi Sepeda Motor Hasil Curian

- Periklanan -

PELAKU: Inilah dua pelaku yang diringkus polisi saat hendak menjual motor hasil curian. FOTO LAIN: barang bukti Sepeda Motor yang diamankan oleh tim Buser Reskrim Polres Palu. (foto: istimewa)

PALU – Aksi transaksi jual beli sepeda motor hasil curian di Jalan Kramik, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu berhasil digagalkan pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Palu Timur dan anggota Reskrim Polres Palu, Jumat (13/1) malam, sekitar pukul 19.00 wita.

Kasat Reskrim Polres Palu, AKP Nasrudin membenarkan adanya penangkapan pelaku Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor). Penangkapan itu bermula dari adanya masyarakat melapor ke kantor Polsek Palu Timur bahwa akan terjadi transaksi jual beli motor hasil curian di Jalan Kramik. “Saat kami mendapatkan informasi itu, anggota Polsek Palu Timur dan Reskrim Polres Palu langsung bergerak ke tempat yang dimaksud. Sampai di tempat akan terjadi transaksi jual beli motor curian, kami langsung melakukan penyamaran,” jelas Nasrudin Minggu kemarin (15/1).

- Periklanan -

Informasi yang diterima Polisi sekitar pukul 18.00 wita Jumat lalu, langsung ditindaklanjuti. Saat berada di tempat terjadinya transaksi jual beli motor curian, tim Buru Sergap (Buser) Reskrim Polres Palu dan Polsek Palu Timur, sudah stand by di lokasi. Alhasil, sekitar pukul 19.00 wita aksi transaksi motor curian pun terjadi. “Saat kami melihat sepeda motor hasil curian itu sudah hendak dijual ke warga di Kecamatan Tatanga, kami langsung bergegas menggagalkannya. Saat dilakukan penangkapan terhadap terduga pelaku pemetik motor curian itu, para pelaku berusaha melarikan diri,” ungkap Nasrudin.

Dengan kesigapan anggota Buser Reskrim Polres Palu dan Polsek Palu Timur, membuat dua pria, Indra Kanan alias Kanan (29), dan  Andi Odang (20), serta dan satu perempuan bernama Syafira Wanda Lamarotja alias Rahda (18), berhasil ditangkap. Usai penangkapan, Polisi langsung menggiring ketiganya ke Sat Reskrim Polres Palu untuk dilakukan pengembangan.

“Dari hasil interogasi, kedua orang tersebut (Odang dan Rahda,red) mengaku mencuri motor yang hendak mereka jual itu, di Jalan Trans Sulawesi Tondo. Dari pengakuannya, mereka telah mencuri motor jenis Yahama Jupiter Z warna kuning dan Yamaha Mio J warna hitam putih. Sementara pelaku satunya (Kanan,red) bukan pemetik, tapi penggelapan motor hasil curian,” tutur Nasrudin.

Nasrudin menjelaskan, dari hasil interogasi tersebut, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti (Babuk) motor jenis Yamaha Mio J warna hitam putih yang pelaku curi di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore pada 2016 silam. Nasrudin menegaskan, saat ini ketiganya masih menjalani proses pemeriksaan guna mengungkap tindak pidana lain yang pernah mereka lakukan. “Salah satu dari tiga pelaku adalah perempuan (Rahda,red). Dan ketiga pelaku ini, adalah komplotan pencurian motor di wilayah hukum Polsek Palu Timur. Kami terus melakukan pengembangan, siapa tahu masih ada TKP tindak kejahatan lainnya,” tegas Nasrudin.(fcb)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.