Polisi Gagalkan Masuknya Narkoba di Bandara Mutiara

- Periklanan -

Ilustrasi (jpnn)

PALU– Dit Narkoba Polda Sulteng menggagalkan peredaran narkotika yang rencananya akan disebar di wilayah Sulteng. Pengiriman paket narkotika yang berhasil digagalkan kali ini melalui Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu.

Penangkapan dilakukan terhadap salah seorang penumpang pesawat Lion Air. Yang bersangkutan berinsial MI, yang terbang dari Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, Banten. Tiba Bandara Mutiara Palu pada Kamis malam (31/8) sekitar pukul 21.00 Wita. Begitu tiba, MI ketahuan membawa barang haram dan langsung diamankan polisi.

Terduga MI langsung digelandang. Hasil interogasi di sebuah kamar mandi Bandara Mutiara Mutiara, MI membawa 5 bungkus besar paket sabu-sabu yang belum diketahui berat timbangannya.

Informasi yang dihimpun wartawan koran ini, bahwa penangkapan terhadap MI sebenarnya akan dilakukan sejak di Bandara Soekarno Hatta oleh Tim Narkoba Polda Sulteng yang dipimpin AKBP Sembiring. Tapi tidak jadi. Sehingga anggota Dit Narkoba berkoordinasi dengan anggota Pamtup Bandara Dit Intelkam Polda Sulteng dan Pamtup TNI. Hasilnya diputuskan, menunggu

- Periklanan -

kedatangan pesawat dari Bandara Soekarno Hatta yang diduga ada penumpang yang membawa paket sabu-sabu.

Sebelum pesawat mendarat malam itu, anggota langsung atur strategi sebelum menyergap. Supaya target tidak berhasil lolos dari intaian aparat. Termasuk berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk dibantu pengecekan manifes penumpang yang tiba inisial MI.

Pihak maskapai membenarkan bahwa ada penumpang berinisial MI, yang duduk di kursi nomor 5C. Tidak hanya itu, anggota juga langsung berkoordinasi dengan seluruh petugas bandara untuk membantu upaya penangkapan terhadap target.

Pesawat mendarat sekitar pukul 20.50 Wita. Penumpang inisial MI pun diikuti oleh anggota Narkoba Polda Sulteng dan langsung dilakukan penangkapan. Setelah diinterogasi yang kemudian digeledah di kamar mandi bandara, ditemukan 5 bungkus besar paket sabu dibawa MI.

Hasil pengembangan terhadap MI masih terus dilakukan. Karena, polisi tidak kehabisan akal mencari tahu siapa yang hendak menjemput MI di bandara malam itu. Terkuak bahwa penjemput MI menggunakan mobil Honda Brio warna putih. Tapi si penjemput tidak berhasil ditemukan di dalam mobil, karena sudah melarikan diri. Hanya mobil saja yang turut diamankan polisi dan dibawa ke Kantor Polda Sulteng untuk dilakukan penelusuran lebih lanjut. “Kami sudah dapat gambaran si penjemput yang pakai mobil Brio. Sekarang masih diburu polisi,”kata salah seorang penyidik di Dit Narkoba.(who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.