Polisi Gadungan Beraksi di Samping Kantor Polda Baru

- Periklanan -

Ilustrasi

PALU – Aksi pemerasan sekaligus pengancaman terjadi di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Selasa (17/1) malam. Tindak kejahatan tersebut menimpa Delia Atatu (19) dan Ria Safira, saat dirinya duduk di bukit yang berada di samping Kantor Polda Sulteng yang baru di Jalan Soekarnor Hatta.

Kejadiannya bermula saat Delia Atatu dan sepupunya Ria Safira, duduk santai di bukit samping kantor Polda Sulteng baru, sekitar pukul 21.30 Wita. Saat menikmati suasana Kota Palu di atas bukit itu, tiba-tiba korban didatangi tiga lakilaki yang tidak mereka kenal. Ketika tiga pria tersebut menghampiri korban, mereka menanyakan kepada korban ada hal apa di bukit tengah malam.

Setelah bertanya kepada korban, ketiga pemuda tersebut langsung meminta tas korban dengan alasan ingin memeriksanya. Sebab, ketiga pemuda itu mengaku anggota Polri yang tugas di Polsek Palu Timur. Saat memeriksa tas korban, ketiganya mengatakan ingin mengecek, apakah korban membawa senjata tajam (sajam).

- Periklanan -

Namun saat memeriksa tas korban, ketiganya mengambil handphone. Akan tetapi, korban memberikan perlawanan. Karena melawan, ketiga pelaku mengancam akan menelanjangi korban dan sepupunya jika korban tidak memberikan HP-nya.

Kasus ini sudah ditangani pihak Polres Palu. “Iya, sudah kami monitor itu. Sekarang ini, anggota lapangan sudah melakukan mobile untuk mengejar pelaku. Karena kami mempunyai identitas yang dicurigai sebagai pelaku pemerasan dan pengancaman dan disertai mengaku aparat kepolisian itu,” ujar Kasat Reskrim Polres Palu, AKP Nasrudin, Jumat (20/1).

Mungkin merasa ketakutan karena sudah diancam akan ditelanjangi, korban dan sepupunya dengan berat hati memberikan HP mereka. Alhasil, ketiga pemuda yang saat ini menjadi Target Orang (TO) pihak kepolisian tersebut, berhasil membawa membawa HP merk Advan dan HP merk Samsung.

“Kami imbau, khususnya kepada anak perempuan, tidak usalah berkeluyuran tengah malam. Apalagi, pergi ke tempat gelap yang diketahui menjadi sarang pelaku kejahatan,” ungkap Nasrudin yang segera dimutasi sebagai Panit I Unit I Subdit III Polda Sulteng ini.(fcb)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.