Polisi Diminta Tangkap Penimbun Solar Subsidi

DPRD Janji Bawa Aspirasi ke Pemerintah Provinsi

- Periklanan -

PALU – Terjadinya antrean panjang disetiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palu. Membuat puluhan supir mobil kontainer menggelar aksi spontan di depan kantor DPRD Provinsi Sulteng dan Mapolda Sulteng, Rabu (7/8).

Para supir tersebut menduga adanya oknum yang sengaja mempermainkan BBM jenis solar, bahkan pendemo meminta agar aparat kepolisian bisa menangkap oknum yang melakukan pengisian menggunakan mobil tangki yang sudah dimodifikasi.  Tanpa menggunakan atribut, dan juga spanduk tuntutan, masa aksi langsung turun ke jalan, menggunakan sebuah mobil kontainer. Para supir ini pun membuat Jalan Sam Ratulangi Kota Palu ditutup, selama aksi berlangsung.

Salah satu koordinator aksi supir, Joko, menegaskan agar pihak SPBU harus bersifat adil dalam melakukan pelayanan kepada para sopir, karena ahkir-akhir ini kelangkaan BMM jenis solar yang kerap mengalami kelangkaan di setiap SPBU, selalu menjadi keluhan para sopir. “Kami kalau mengisi di SPBU selalu dibatasi oleh petugas SPBU, sementara ada mobil yang sama namun tetap diisi bahkan tanpa dibatasi,” ujarnya saat orasi.

- Periklanan -

Dirinya meminta kepada pihak DPRD Provinsi Sulteng untuk bisa menindaklanjuti tuntutan para sopir, agar ketersediaan solar di Kota Palu bisa terus terpenuhi. Karena para sopir yang bisa bergantung pada pencariaan di jalan, yang harus membutuhkan BBM jenis solar. “ Supir semua berharap agar ketersediaan solar ini terus ada di setiap SPBU,” kata Joko.

Selain itu, Joko juga mengungkapkan bahwa, para supir sering melihat adanya mobil tangki bermodifikasi yang mengisi di SPBU. Sehingga pengisian yang dilakukan melampaui batas maksimal mobil tersebut. “Itu yang seharusnya aparat kepolisian amankan,” katanya.

Sementara Wakil ketua DPRD Provinsi Sulteng, Akram Kamaruddin menyampaikan, bahwa apa yang telah menjadi tuntutan masa aksi akan ditindaklanjuti, karena dalam hal ini pihak Pemerintah Provisi Sulteng juga telah membentuk tim untuk menangani persoalan BBM yang terjadi di lapangan. “Kami akan tidak lanjuti tuntutan ini, kalau soal adanya oknum-oknum itu sudah ada tim yang akan menanganinya yang telah dibentuk oleh pemerintah Sulteng dan Polda Sulteng,” jelasnya kepada masa aksi. (who)

 

 

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.