Polisi Dalami Keterlibatan Penadah HP dengan ISIS

- Periklanan -

Tulisan tentang simbol ISIS ditemukan di rumah tersangka oleh polisi. (Foto: Ist)

PALU – Tertangkapnya tersangka penadah barang elektronik jenis handphone (HP), inisial Ar yang ditemukan dari HP-nya beberapa gambar dan video kelompok Negara Islam Irak dan Suriah alias ISIS dan sejumlah percakapan dengan terduga kelompok ISIS didalami pihak kepolisian.

Kapolres Palu, AKBP Christ R Pusung, kemarin (3/5) mengatakan, dugaan keterlibatan Ar warga Jalan Dewi Sartika dengan kelompok ISIS diketahui dari saat penangkapan terhadap, Sabtu (29/4) lalu saat petugas memeriksa HP milik tersangka Ar.

Awalnya kata Kapolres, Ar saat itu ditangkap kasus kasus penadah barang elektronik. Namun dalam pemeriksaan ditemukan sejumlah bukti mencurigakan keterlibatannya dengan kelompok ISIS. “Jadi untuk kasus penadah ditangani Polres Palu. Sementara untuk proses dugaan keterlibatan dengan kelompok ISIS ditangani Polda dan kasusnya sudah kami serahkan ke Polda,” ujarnya.

- Periklanan -

Menurut Chirist R Pusung, dari hasil pemeriksaan sementara di HP milik Ar di temukan percakapan dalam akun sosial media milik tersangka Ar dengan diduga kelompok ISIS. “Soal dia berkomunikasi dengan kelompok siapa sudah diserahkan ke Polda untuk proses penyelidikannya,” katanya.

Masih menurut mantan Kapolres Tolitoli itu, penangkapan terhadap Ar berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai HP yang dijual tersangka merupakan barang curian. Tersangka kemudian memposting HP curian di akun facebook (FB) miliknya dan salah seorang korban pencurian melihat jenis HP-nya dijual melalui FB. Setelah menerima laporan, anggota buser Polsek Palu Selatan mencoba melakukan penyamaran dengan mengaku sebagai pembeli. Tersangka diajak bertemu di Jalan Dewi Sartika pada hari Sabtu itu.

Setelah transaksi dilakukan polisi langsung membekuk Ar dan menemukan barang bukti HP hasil curian. Saat dilakukan pemeriksaan di rumah tersangka, selain ditemukan sejumlah HP juga ditemukan sejumlah koleksi gambar bendera ISIS. Tersangka Ar juga mengakui sering berkomunikasi dengan anggota ISIS melalui media sosial dan sering membuka website ISIS.

“Kalau untuk penyelidikan keterkaitan dengan kelompok ISIS sudah diserahkan ke Polda,” pungkasnya. (cr3)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.