Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Polisi Dalami Dugaan Barter Motor Curian dengan Sabu

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anggota Polres Palu melakukan penggerebekan di salah satu rumah makan yang berada di Jalan Anoa I, Minggu (11/6). (Foto; Ist)

PALU – Tudingan sejumlah pihak, aparat hukum tak berani memasuki beberapa tempat yang disinyalir sebagai “sarang” atau tempat peredaran narkotika di Kota Palu ditepis Kapolres Palu AKBP Christ R Pusung.

“Memang banyak laporan masyarakat di dua daerah seperti di Jalan Anoa dan di Tavanjuka susah dimasuki polisi. Begitu kami masuk biasa-biasa saja,” kata Kapolres usai ekspos kasus di Polres Palu, Senin (12/6).

Buktinya kata Kapolres, saat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulteng dan Polres Palu, Minggu (11/6) menggerebek sebuah rumah di Jalan Anoa dan di Jalan Lekatu Kelurahan Tavanjuka, tidak ada masalah dan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dan beberapa orang ikut diamankan. “Tidak seperti yang banyak orang-orang bilang susah dimasuki,” ujarnya.

Ditanya apakah benar di dua tempat yang digerebek tersebut merupakan “sarang” peredaran narkoba ? Christ Pusung mengaku sudah mendapat banyak laporan bahwa di dua tempat tersebut sering menjadi tempat peredaran narkoba. Bahkan, kata orang nomor satu di Polres Palu itu menyebutkan, bahwa penggerebekan yang dilakukan di dua tempat yakni di Jalan Anoa dan Tavanjuka juga berdasarkan laporan masyarakat yang ditindaklanjuti pihak BNNP dan Polres Palu. “Karena adanya laporan masyarakat, BNNP berkoordinasi dengan kami (Polres Palu, red) dan kemudian kami turun melakukan pemeriksaan,” katanya.

Kapolres berharap, peran masyarakat untuk bisa memberikan informasi-informasi kepada Polisi khususnya di Polres Palu akan sangat membantu mengungkap kasus-kasus kriminal, termasuk peredaran narkoba. “Asalkan informasinya benar, kami akan tindaklanjuti,” tandasnya.

Menurut Kapolres hasil penggerebekan di dua tempat di Jalan Anoa dan di Tavanjuka, berhasil mengamankan belasan sepeda motor dari berbagai jenis yang tidak memiliki surat-surat kendaraan. Bahkan ada kendaraan yang sudah digunakan sebagai motor balapan, semua nomor mesinnya dirusak atau sudah disamarkan, sehingga tetap diamankan sebagai barang bukti. Selain itu, juga diamankan sejumlah uang tunai yang nilainya kisaran ratusan juta rupiah yang disimpan di dalam ember dan di dalam gallon. “Uangnya diguling dan diikat dengan karet kemudian disimpan dalam ember dan gallon dan beberapa paket narkotika jenis Sabusabu serta alat isap sabu,” urainya.

Masih menurut Christ Pusung, kemungkinan besar pengedar Narkoba di dua tempat yang digerebek hari Minggu juga bagian dari transaksi motor hasil curian barter dengan narkoba. “Bisa jadi motor hasil curian mereka tukar dengan narkoba. Yang ini masih kami dalami informasinya,” ungkap Christ R Pusung.

Kapolres Christ Pusung juga menjelaskan, dari hasil penggerebekan di TKP pertama di Jalan Lekatu Kelurahan Tavanjuka, berhasil diamankan tiga orang. Satu orang diproses di Polres Palu, sementara dua orang lainnya diserahkan ke BNN Provinsi Sulteng untuk proses hukum selanjutnya. “Di dua TKP penggerebekan itu (Anoa dan Tavanjuka, red) dari laporan masyarakat masih ada beberapa orang yang kami cari,” pungkasnya. (ron)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.