Polhut Poso Grebek Ilegal Loging di Hutan Lindung Tindoli

- Periklanan -

Kepala KPH Sinmar Lukman Nersama Anggota Polhut Usai Menggrebek Aktifitas Pembalakan Liar Dihutan Lundung Desa Tindoli Pamona Tenggara.(Foto: Budiyanto Wiharto)

POSO – Pasukan Polisi Kehutanan (Polhut) KPH Sintuwu Maroso (Sinmar) Poso menggerebek aktifitas penebangan liar (ilegal loging) di kawasan hutan lindung desa Tindoli kecamatan Pamona Barat, Selasa (28/3).

Dari operasi tangkap tangan ilegal loging ini, Polhut KPH Poso yang dibantu Pilhut BKSDA Sulteng dan camat Pamona Barat serta warga berhasil mengamankan tiga orang pelaku pembalakan dan dua unit mesin chain saw (sensor) sebagai barang bukti. Satu dari tiga orang  yang diamankan masih berumur 18 tahun.

Kepala KPH Sinmar Poso, Lukman MSi mengatakan operasi penggrebekan pembalakan liar di kawasan hutan lindung Tindoli dilakukan berdasar informasi warga, aparat desa dan kecamatan. Informasi menunjukan bahwa telah terjadi praktek penebangan kayu didalam kawasan yang sangat masif dan berlangsung setip hari.

“Informasi inilah yang membuat kami bertindak. Dan benar, kawasan hutan lindung Tindoli sekarang sudah sangat-sangat rusak karena penebangan liar,” jelas Lukman.

Dari hitungan KPH Sinmar, kerusakan kawasan hutan Tindoli sudah mencapai 250 hektar.

“Aktifiras pembalakannya sudah sangat mengancam kelestarian lingkungan dan alam. Apalagi kawasan ini berada dilingkar danau Poso,” tukanya.

Jika tak segera dicegah dan ditindak, Lukman hawatir debit air danau Poso kedepan akan berkurang volumenya karena kawasan hutan disekitarnya rusak dirambah para pencuri kayu.

- Periklanan -

Selain menjaring pelaku dan menyita mesin sensau, dalam operasi kemarin Polhut juga mendapatkan barang bukti lain belasan pohon kayu bernilai ekonomi tinggi yang baru ditebang dan dipotong-potong berukuran panjang 4 meter.

Tak cuma itu, sekitar satu meter kubik kayu limbah campuran yang sudah diiris dalam bentuk papan dan balok juga diamankan. Sayang, semua barang bukti kayu tangkapan tersebut belum bisa dievakuasi dan dikeluarkan dari tempat kejadian perkara (TKP) karena medannya yang sangat berat dan jauh.

“Kita kesulitan membawa tutun barang bukti kayu. Sebab TKP lokasi pembalakannya sangat jauh, sekitar 7 km dari perkampungan penduduk. Jalan menuju lokasi juga hanya berupa jalan tikus yang sangat terjal dan sulit dilewati,” aku Lukman.

Siapa para pelaku pembalakan dikawasan hutan lindung Tindoli? Lukman mastikan pelakunya adalah oknum warga masyarakat. Tapi diduga kuat kayu hasil pembalakan yang diperoleh sebagian besar dijual kepengusaha kayu.

“Pengakuan dari pelaku yang kita amankan mengatakan kalau yang menebang hutan Tindoli semuanya adalah warga biasa. Bukan perusahaan. Namun mereka juga bilang kalau hasil penebangannya banyak, mereka jual ke penadah kayu untuk dibawa keluar Poso,” urai Lukman.

“Menurut penjelasan warga pembalakan sudah berjalan menahun. Karena sudah meresahkan dan mengacam alam, mereka melapor ke kita untuk menindak,” tandas Lukman.

Masih kata Lukman, dalam pantauan KPH Sinmar Poso, aksi perambahan hutan, termasuk kawasan hutan, diwilayah Pamona sekarang sangat marak. Bukan hanya di Pamona Tenggara, tapi juga di Pamona Barat, Pamona Utara, Pamona Puselemba, Pamona Timur, dan Pamona Selatan.

“Pembalakan terbesar di Poso itu ada diwilayah Pamona Bersaudara, kemudian Lage, dan menyusul Poso Pesisir Bersaudara,” sebutnya. Melihat makin maraknya pembalakan liar di Poso, Lukman berharap pemkab setempat peduli dan mau ikut bertindak mencegahnya. (bud)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.