Polda Sulteng Masih Sebatas Awasi Tambang Batu Gajah di Duyu

- Periklanan -

PALU– Keberadaan aktivitas tambang galian c jenis batu gajah di Kelurahan Duyu Kecamatan Tatanga masih dalam tahap diawasi oleh pihak Polda Sulteng. PLH Humas Polda Sulteng, AKBP Hery dikonfirmasi mengatakan permintaan dari pihak ESDM Sulteng agar Polda Sulteng melakukan penertiban aktivitas galian c jenis batu gajah bukan tidak dilaksanakan.

Aktivitas tambang batu gajah di Kelurahan Duyu, kemarin (21/2) mulai terlihat sepi, namun masih ada satu alat berat yang beroperasi. (Foto: Mugni Supardi)

Hanya saja ada prosedur dalam melakukan eksekusi penertiban dan harus dilakukan proses, seperti melakukan lidik dulu. “Kalau memang perusahaan itu tidak memiliki izin. Diharapkan segera urus izinnya,” katanya.

Hery, menjelaskan bahwa pihak Polda Sulteng sampai saat ini masih terus mengawasi tambang batu gajah yang diduga ilegal tersebut. “Sudah kami awasi tambang sejak lima bulan terakhir dan sampai sekarang masih terus kami cek di lokasi tersebut,” ujarnya.

Semua pihak menurutnya harus berperan dalam urusan tambang batu gajah ini, sebab bukan hanya tugas dari Polda Sulteng yang berperan dan melakukan sebuah tindakan. “Disitu ada pihak kelurahan yang lebih dekat dengan aktivitas tersebut juga ada Pemda yang bisa melakukan pendekatan kepada perusahaan yang melakukan aktivitas pertambangan,” tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, anggota Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sulteng, Koko Epen, menyampikan sampai saat ini pihaknya belum memiliki dokumen kajian mendalam terkait dengan keberadaan tambang batu gajah yang terletak kelurahan Duyu. “Karena kami belum tahu situasi di lapangan, sehingga kami merencanakan akan berkunjung ke lokasi tersebut,” katanya.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu yang dikonfirmasi Radar Sulteng melalui Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Dan Pengawasan DLH Kota Palu Agus Winarno mengakui jika Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu baru mendapat kabar informasi tentang adanya kegiatan aktifitas ilegal di Kelurahan Duyu.

“Informasi yang baru masuk ke kami itu sekitar Rabu kemarin,” ungkapnya.

- Periklanan -

Sehingga kata Agus, dari informasi yang diperoleh, maka DLH kota Palu akan melakukan peninjauan langsung atas keberadaan aktivitas yang dilakukan di lapangan.

“Sudah saya sampaikan sama anggotaku melalui tindakan peninjauan langsung ke lapangan, agar mengetahui nantinya dimana saja titik atau tempat dari kegiatan ilegal yang dilakukan,” katanya.

Kemudian setelah hasil tinjauan dari lapangan nantinya, jika ditemukan ada unsur kegiatan ilegal yang dilakukan, maka DLH Kota Palu secepatnya akan mengambil langkah terhadap masalah yang terjadi.

“Kita tunggu minggu ini dari hasil tinjauan staf bagian teknis dilapangan, apakah mau dikejar para pelakunya atau langkahnya seperti apa,” bebernya.

Terkait dengan penyampaian dari pihak Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kota Palu yang mengatakan bahwa kegiatan pengambilan batu gajah di kelurahan Duyu merupakan kegiatan ilegal karena tanpa kepemilikan izin beroperasi, DLH kota sependapat atas hal tersebut.

“Kami pun tidak ada mengeluarkan izin, artinya dapat disimpulkan dari dua Dinas teknis itu tidak ada mengeluarkan izin operasi,” ucap Agus Winarno.

Agus menambahkan, dampak lingkungan yang terjadi pada kegiatan ilegal yang diduga adanya pengambilan batu gajah tanpa berizin, pada kondisi lahan atau lokasi yang akan berubah, sehingga akan merubah bentuk pada lingkungan sekitar, hal itu akan bisa dipastikan jika telah menemukan hasil dari peninjauan yang dilakukan oleh staf teknis dilapangan.

“Intinya nanti dari hasil peninjauan tadi baru diputuskan langkah apa yang akan dilakukan,” tutupnya. (cr7)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.