Polda Mengaku Belum Tahu Kontak Tembak di Sausu

- Periklanan -

PALU – Pihak kepolisian Polda Sulteng mengaku belum mengetahui informasi yang beredar terkait Kontak tembak yang dikabarkan kembali terjadi antara gabungan TNI-Polri dengan terduga teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Desa Marete, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Kamis sore (21/3).
Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Didik Supranoto, SIK yang dikonfirmasi Radar Sulteng tadi malam mengaku belum mendapat informasi terkait informasi kontak tembak di Sausu Kabupaten Parigi Moutong. “Blm ada yg bias dikonfirmasi, nanti perkembangan akan saya sampaikan,” tulis Didik melalui WhastApp.
Sementara informasi yang beredar diduga telah terjadi kontak tembak terjadi pukul 16.50 WITA, di wilayah Dusun Air Teh, Desa Marete, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong.
Sumber Radar Sulteng menyebutkan, dari enam anggota MIT Poso, tiga di antaranya dikabarkan tewas saat terjadi baku tembak dengan tim gabungan TNI-Polri yakni tim Satgas Tinombala Tim Petir Gabungan Anggota Kostrad dan Anggota SGI yang dipimpin oleh Lettu TNI Infanteri Handarwoko.
Ketiga anggota MIT yang bergabung bersama Ali Kalora pimpinan MIT di Poso yang diduga tewas adalah Andi Muhammad alias Abdullah asal Makassar, Jaka Ramadan alias Ikrima asal Banten, dan Alhaji Kaliki alias Ibrohim asal Ambon.
Sebelumnya baku tembak antara tim gabungan kepolisian dengan kelompok MIT juga terjadi di Dusun Salubose, Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah Senin lalu (31/12).
Insiden kontak tembak itu terjadi saat pasukan gabungan tengah melakukan upaya evakuasi terhadap korban mutilasi di Dusun Salubose yang kepalanya ditemukan (30/12).
Saat melintas di Dusun Salubose, sejumlah polisi yang menggunakan mobil dan motor itu melihat ranting besar disusun berjejer dan melintang di tengah jalan.
Beberapa polisi kemudian membersihkan ranting tersebut agar bisa melewati jalan tersebut.
Namun tidak lama kemudian rombongan itu tiba-tiba ditembak dari arah ketinggian. Kontak tembak pun tak terhindarkan.
Akibatnya, dua polisi dikabarkan terluka masing-masing diketahui bernama Bripka Andrew Maha Putra, anggota Intel Brimob dan Bripda Baso, anggota Satuan Intelkam Polres Parimo.
Bripda Baso kena luka tembak di bagian lutut kanan, sementara Bripka Andrew tertembak di bahu kiri.
Juga diberitakan sebelumnya, baku tembak terjadi pada Minggu (3/3) sore. Baku tembak itu terjadi setelah Satgas Tinombala menerima laporan masyarakat ada 5 orang DPO MIT yang beristirahat di sebuah pondok di pegunungan.
Seorang anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) tewas dalam baku tembak dengan Satgas Tinombala di Desa Padopi, Poso Pesisir Selatan, Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng). Anggota MIT yang tewas itu teridentifikasi atas nama Basir alias Romzi. (ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.