Polda Ditantang Ungkap Pemodal Tambang Ilegal

Penjualan Sianida Bebas, Pengawasan Dinilai Gagal

- Periklanan -

PALU – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulteng mendesak Polda Sulteng mengungkap siapa pemodal di balik sejumlah tambangm, khususnya di kawasan Dongi-dongi. Sebab, kuat dugaan Walhi Sulteng aktifitas tambang ilegal digerakan oleh pemodal yang memilki dana besar.

“Kami menduga ada oknum pemodal yang membekingi aktifitas pertambangan ilegal di Dongi-Dongi. Para pekerja yang ditangkap bukanlah pelaku utama yang sesungguhnya, mereka hanya orang yang dipekerjakan untuk proses penggalian dan pengoperasian tambang ilegal tersebut” terang Direktur Eksekutif WALHI Sulteng, Abdul Haris Lapabira dalam siaran persnya di Kota Palu kemarin.

- Periklanan -

Haris menjelaskan, dalam proses produksi material menjadi emas yang dilakukan oleh penambang tradisional dengan memakai alat tromol dan tong menggunakan bahan kimia seperti merkuri dan sianida dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan membahayakan keselamatan manusia. Bahan kimia tersebut diduga diperdagangkan secara ilegal oleh pengusaha.

Menurutnya kasus seperti ini akan terus berulang jika pemodal yang mengambil keuntungan dan membekingi aktifitas pertambangan ilegal tersebut tidak dibongkar dan diproses secara hukum. “Kami juga mempertanyakan kinerja kepolisian sebagai aparat penegak hukum dalam melakukan melakukan pengawasan dan pencegahan terjadinya pertambangan ilegal di Sulawesi Tengah” papar Haris.

Haris menambahkan, belakangan ini pertambangan ilegal semakin marak terjadi karena lemahnya pengawasan dan penegakan hukum pada sektor pertambangan di Sulawesi Tengah. “Jika terjadi pertambangan ilegal aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian dan kejaksaan tidak boleh tebang pilih, utamanya pertambangan ilegal yang dilakukan oleh pengusaha atau korporasi,” tegas Haris. (*/agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.