Polda Dalami Dugaan Aparat Bekingi Tambang Ilegal

- Periklanan -

PALU – Dugaan dari pihak Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Tengah, adanya aparat yang membekengi aktivitas tambang emas ilegal mendapatkan respons positif dari Aparat kepolisian Daerah (Polda) Sulteng.

Salah satu yang disoroti WALHI Sulteng adalah adanya aktivitas tambang emas di beberapa lokasi di Sulawesi Tengah, salah satunya aktivitas tambang emas ilegal di wilayah konservasi Kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL).

Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto, dikonfirmasi Radar Sulteng, mengatakan adanya pendapat WALHI adalah dugaan keterilibatan  oknum aparat Polri yang melakukan beking terhadap para pelaku tambang illegal tentu menjadi atensi pimpinan Polri.

Yang jelas Polda Sulteng akan melakukan penyidikan, dan apabila ada oknum anggota Polri yang terlibat tentunya akan ditindak sesuai aturan hukum yang berlaku.

- Periklanan -

“Itukan baru pendapat mereka (WALHI), tentunya adanya informasi itu akan didalami pihak Propam. Kalau ada perkembangan, atau ditemukan anggota yang melanggar tetap akan dilakukan tindakan, namun selama ini belum ada ditemukan keterlibatan oknum anggota Polri,” katanya, Senin (20/1) di Polda Sulteng.

Menurut Didik, hasil penangkapan empat pelaku, yang akan mengolah bahan material tanah (reff) dari lokasi tambang ilegal Dongidongi di wilayah Poboya beberapa waktu lalu masih dalam penyidikan, apakah ada keterlibatan aktivitas tambang ilegal di Poboya.

Namun Didik mengaku, hingga saat ini pihak Polda belum mengarah ke dugaan adanya aktivitas tambang emas ilegal di Poboya. Kasus kepemilikan reff tambang tersebut saat ini masih dalam penyidikan dan melengkapi berkas dari penyidik Ditreskrimsus Polda Sulteng.

Didik, berjanji jika ada perkembangan kasus tambang ilegal akan diinformasi kembali ke awak media. “Kalau soal dugaan tambang ilegal di Poboya nanti saya informasikan. Saya belum dapat informasi soal ada aktivitas tambang emas ilegal di Poboya,” pungkasnya. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.